Jokowi Masih Rahasiakan Nasib Gerindra dan Demokrat di Kabinet Baru

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

19/10/2019, 05.56 WIB

Jokowi meminta publik bersabar menunggu pengumuman kabinet untuk mengetahui keputusan koalisi dengan Gerindra dan Demokrat.

kabinet Jokowi-Maruf, Gerindra, koalisi
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Pertemuan di antaranya membahas kemungkinan bergabungnya Gerindra di kabinet pemerintahan Jokowi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih merahasiakan keputusan terkait rencana Gerindra dan Demokrat bergabung dalam koalisi pemerintahan periode keduanya. Jokowi meminta publik untuk bersabar menunggu pengumuman kabinet.

"Nanti kalau sudah diumumkan, saya kira nanti kita semua akan tahu, mana yang masuk, mana yang tidak masuk, mana yang belum masuk," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10).

(Baca: Ryamizard Heran dengan Isu Prabowo Incar Jabatan Menhan)

Jokowi mengatakan, pengumuman kabinet kemungkinan saat hari pelantikannya dengan Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2019 mendatang. Namun, pengumuman kabinet pun dapat bergeser menjadi satu atau dua hari setelah pelantikan.

"Paling sehari-dua hari, paling lama tiga hari. Nanti kan juga tahu," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan jumlah kementerian di kabinet periode keduanya tak akan berubah yakni 34 kementerian. Dia menyebut akan banyak wajah baru yang menghiasi kabinet periode keduanya. Meski demikian, ada juga menteri-menteri saat ini yang bakal bertahan.

(Baca: Beberapa Menteri Berkemas dari Rumah Dinas, Basuki Tetap Bertahan)

Wacana bergabungnya Gerindra dan Demokrat ke koalisi pemerintah mencuat setelah kedua petinggi partai tersebut bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan Presiden Jokowi pada Kamis (10/10). Sehari kemudian, giliran Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang mengunjungi Istana.

Usai pertemuan dengan kedua pimpinan partai, Jokowi menyebut kemungkinan merapatnya kedua partai tersebut ke koalisi pemerintah.

Sementara itu, para pimpinan koalisi pendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 berharap kabinet kedua berisi orang-orang yang telah menyumbang kemenangan Jokowi-Maruf. Meski keberatan, mereka menyerahkan keputusan tersebut kepada Jokowi.

(Baca: Demokrat Siapkan AHY Masuk Kabinet Jokowi Periode Kedua)

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan