Bersiap Koalisi, Sandiaga Uno dan Edhy Prabowo Puji Pidato Jokowi

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Yuliawati

20/10/2019, 22.09 WIB

Sandi menyebut Omnibus Law merupakan strategi besar untuk mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Sandiaga Uno, Edhy Prabowo, koalisi
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dan Waketum Sandiaga Uno (kanan) saat pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma\'ruf Amin di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Mantan calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi program Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'aruf Amin pada periode 2019-2024. Sandi terkesan dengan program yang akan menerbitkan dua Undang-Undang (UU) yang dia sebut besar, yaitu UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Jokowi mengatakan, kedua UU tersebut akan menggunakan skema omnibus law. Omnibus law merupakan metode pembuatan aturan yang menggabungkan beberapa aturan yang substansinya berbeda. Aturan tersebut akan menjadi peraturan besar yang berfungsi sebagai payung hukum.

(Baca: Resmi Dilantik, Jokowi Optimistis Indonesia Jadi Negara Maju di 2045)

Sandiaga menilai konsep tersebut mampu menghilangkan hambatan penciptaan lapangan kerja dan mampu memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). "Kebijakan yang saya catat Omnibus Law itu dapat mengganti UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja dan mampu memberdayakan UMKM," kata Sandiaga, usai pelantikan Jokowi saat ditemui di Gedung DPR RI, Minggu (20/10).

Sandi menyebut Omnibus Law merupakan strategi besar untuk mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Apalagi memasang target Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

Jokowi hendak membawa Indonesia dari jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap pada 2045. Ia memperkirakan pendapatan masyarakat akan mencapai Rp 27 juta per kapita per bulan atau Rp 320 juta per tahun.



Jokowi pun memasang target Indonesia bebas kemiskinan pada 2024. "Kita harus optimistis, karena ini suatu ajakan membangun dengan target yang konkret," kata Sandi yang baru saja kembali bergabung dengan Gerindra.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo menilai program yang ditetapkan pemerintah telah melalui perhitungan yang matang, dan targetnya pun realistis. Edhy memberikan pujian atas ucapan Jokowi yang meminta aparat memperhatikan hasil kerja, bukan hanya proses.

(Baca: Jelang Pengumuman Kabinet Baru, Calon Menteri dari Parpol Mengerucut)

"Tentunya yang paling penting kami setuju, jangan mengirim barangnya tapi bagaimana sampai ke penggunanya. Bagaimana rakyat bener-benar merasakannya," kata Edhy.

Perwakilan polistisi dari Partai Gerindra dikabarkan akan bergabung dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf. Beberapa nama yang disebut bakal menjadi menteri di antaranya Prabowo Subianto, Sandiaga Uno dan Edhy Prabowo.

(Baca: Edhy Prabowo dan Sandiaga Uno Disebut Jadi Calon Menteri dari Gerindra)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan