Meraba Wajah Calon Menteri yang Berpotensi Diumumkan Jokowi

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ameidyo Daud

21/10/2019, 08.37 WIB

Jokowi mengatakan paling tidak 16 orang pembantunya berasal dari partai politik. Sedangkan sisanya merupakan sosok profesional non partai.

kabinet, Jokowi, Menteri.
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo dijadwalkan mengenalkan calon menteri kepada media di Istana Kepresidenan, Senin (21/10).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan memperkenalkan kabinet baru di Istana Presiden, Jakarta,  Senin (21/10). Sedangkan pelantikan menteri akan dilakukan paling lama Rabu (23/10).

Jokowi mengatakan paling tidak 16 orang menterinya berasal dari partai politik., sedangkan sisanya merupakan sosok profesional non partai. Mantan Walikota Solo itu juga memberi sinyal wajah baru di Kabinet Kerja Jilid II akan lebih banyak dari petahana.

“Saya perkenalkan dulu. Setelah itu dilantik. Kalau sudah diperkenalkan, pasti dilantik,” kata Jokowi usai pelantikannya sebagai Presiden di Istana, Minggu malam (21/10).

(Baca: Jelang Pengumuman Kabinet Baru, Calon Menteri dari Parpol Mengerucut)

Beberapa nama santer terdengar sebagai calon menteri baru. Dari PDI Perjuangan, nama Pramono Anung, Yasonna Laoly, Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Utut Adianto, Bambang Wuryanto, Hendrawan Supratikno, dan Aria Bima berpotensi diumumkan oleh Jokowi sebagai anggota kabinet baru.

Dari Partai Golkar, nama Airlangga Hartarto, Agus Gumiwang Kartasasmita, hingga mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) M. Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang) menjadi calon menteri. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem Johnny G Plate jadi dua nama partai besutan Surya Paloh yang dikabarkan masuk kabinet.

Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang digadang jadi pembantu Presiden adalah mantan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri; mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo, Ida Fauziah, dan Abdul Kadir Karding. Sedangkan calon menteri dari Persatuan Pembangunan (PPP) yang dikabarkan lolos ke kabinet yakni Suharso Manoarfa.

Tak hanya koalisi, Jokowi disebut mengakomodir partai oposisi di Pilpres 2019, yakni dari Demokrat dan Gerindra. Wakil Ketua Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo dikabarkan mendapat jatah menteri.

Ketika dikonfirmasi, Edhy mengaku belum mendapatkan konfirmasi sebagai menteri. Namun ia menyatakan kesiapannya jika dipanggil Jokowi.  "Saya dilatih dan diajarkan Pak Prabowo (Subianto). Dalam kondisi apapun harus selalu siap," kata Edhy, Minggu (20/10).

Jokowi juga disebut akan mempertahankan beberapa menteri di kabinet kerja. Dua nama yang kemungkinan besar bertahan adalah mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Sebenarnya, Sri Mulyani berpeluang menempati jabatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. "Tapi Sri lebih memilih jadi menteri keuangan," kata seorang sumber yang dekat dengan pemerintahan, akhir pekan ini. 

Nama lain yang dikabarkan bertahan adalah mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi; mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

(Baca: Luhut & Sri Mulyani Disebut Tetap Menjabat, Airlangga Akan Jadi Menko)

Selain beberapa menteri dari kabinet kerja dan perwakilan partai politik, Jokowi mengangkat sejumlah wajah baru dari kalangan profesional dan orang yang telah berjasa kepada Jokowi. Berdasarkan informasi yang dihimpun Katadata.co.id, beberapa nama beken dari kalangan profesional hampir pasti menjadi menteri baru di kabinet Jokowi. Mereka adalah Erick Thohir, Mahfud MD, Nadiem Makarim, dan Muhamad Lutfi.

Erick menyatakan kesiapannya bila diminta menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan atau Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Namun, belakangan, dia malah disebut-sebut akan mengisi pos Menteri BUMN. "Erick diarahkan untuk Menteri BUMN," kata seorang sumber Katadata.co.id di pemerintahan.

Jumlah Wamen Bengkak

Kabar lain, meski jumlah menteri dalam kabinet baru tersebut tetap sebanyak 34 menteri, Jokowi memperbanyak jumlah wakil menteri (wamen) hingga empat kali lipat dari periode sebelumnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata.co.id, hingga akhir pekan ini setidaknya sudah disiapkan pos 11 wakil menteri.

Beberapa wamen baru adalah Wamen PUPR, Wamen Hukum dan HAM, Wamen Perindustrian dan Perdagangan, dan Wamen Pendidikan. Wamen Pertanian dan Wamen Kesehatan juga dikabarkan akan muncul.

(Baca: Kabinet Baru Jokowi Dikabarkan Tetap 34 Menteri, Ada Minimal 11 Wamen)

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai rencana Presiden Joko Widodo menambah banyak wakil menteri untuk memenuhi keinginan partai. Oleh karena itu, Jokowi perlu memastikan wamen tersebut benar-benar memiliki keahlian atau hanya memenuhi jatah saja.

“Pada akhirnya orang akan melihat ini penambahan fungsi atau lebih menjadi beban karena politik akomodatif," kata Yunarto, Minggu (20/10).

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan