Saham Perusahaan Erick Thohir Meroket 19%, Investor Diimbau Waspada

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Desy Setyowati

21/10/2019, 16.54 WIB

Analis menilai, kenaikan harga saham perusahaan milik Erick Thohir bersifat sesaat.

Saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) naik 19,13% pada penutupan perdagangan hari ini (21/10). Analis menilai, kenaikan harga saham perusahaan milik Erick Thohir ini bersifat sesaat
ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSO
Ilustrasi, pegawai melintas di depan layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/10/2019). Saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) naik 19,13% pada penutupan perdagangan hari ini (21/10). Analis menilai, kenaikan harga saham perusahaan milik Erick Thohir ini bersifat sesaat.

Saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) naik 19,13% pada penutupan perdagangan hari ini (21/10). Saham perusahaan milik Erick Thohir ini bahkan sempat menyentuh harga tertinggi Rp 238 per saham atau naik 30%. Namun, analis meminta investor untuk berhati-hati.

Pada perdagangan hari ini, saham perusahaan tersebut ditransaksikan dengan volume 733,57 juta saham. Nilai transaksinya mencapai Rp 158,2 miliar, dengan frekuensi sebanyak 31.580 kali. Saham Mahaka Media ini diborong oleh asing, dengan nilai beli bersih Rp 546,46 juta di pasar reguler.

Meski begitu, harga saham Malaka Media bukan hanya meroket pada hari ini. Saham perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 April 2002 ini meningkat 127% sejak awal tahun ini (year to date/ytd).

Padahal, Mahaka Media masih membukukan kerugian bersih Rp 2,36 miliar pada Semester I 2019 lalu. Kabar baiknya, kerugian tersebut berkurang jauh dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 7,32 miliar.

(Baca: Saham Erick Thohir dan Sandiaga Uno Melesat Tunggu Pengumuman Kabinet)

Penurunan kerugian perusahaan itu ditopang oleh penjualan bersih sepanjang enam bulan pertama tahun ini, yang mencapai Rp 154,3 miliar. Penjualan Mahaka Media tumbuh 70,8% secara tahunan (year on year/yoy).

Analis Royal Investium Sekuritas Janson Nasrial menilai, kenaikan saham Mahaka Media lebih banyak dipengaruhi oleh isu terkait Erick Thohir, sebagai Komisaris Utama perusahaan. Erick sempat menjabat sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. Kini, Erick dikabarkan bakal menjabat sebagai menteri di kabinet baru.

Ia menilai naiknya harga saham Mahaka Media hanya sebatas euforia sesaat dan berpotensi terkoreksi setelahnya. "Jadi, bisa koreksi agak dalam setelah beritanya Erick Thohir jadi mentri (mereda)," kata Janson kepada Katadata.co.id, hari ini (21/10).

(Baca: Bersedia Jadi Menteri Jokowi, Erick Tohir Mengaku Berat Lepas Bisnis)

Meski begitu, Janson menilai kinerja keuangan dan operasional perusahaan tersebut masih lebih baik dibandingkan perusahaan lainnya di bidang sama. Contohnya, PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), di mana Erick Thohir menjabat sebagai Direktur Utama. 

Perusahaan tersebut memang membukukan laba bersih Rp 28,01 miliar pada Semester I 2019. Namun, nilainya turun 87,6% dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 226,07 miliar.

Penurunan laba itu disebabkan oleh pendapatan bersih perusahaan per Semester I 2019 terkoreksi 28,9% secara tahunan (yoy, dari Rp 1,06 triliun menjadi Rp 756,39 miliar. "Meskipun masih mencatat net loss, tapi setidaknya ada perbaikan kinerja untuk Mahaka Media," kata Janson. 

(Baca: Wishnutama dan Erick Thohir Muncul di Istana, Jadi Menteri ?)

Akan tetapi, menurutnya harga saham Mahaka Media saat ini sudah terlalu mahal. Hal itu terlihat dari rasio harga terhadap nilai buku alias price to book velue (PBV) Mahaka Media mencapai 3,4 kali.

Karena itu, menurutnya investor harus berhati-hati karena euforia Erick Thohir hanya sesaat. "Ingat Mahaka Media masih net loss, jadi waspada saja," kata Janson.

Hari ini, Erick Thohir datang ke Istana Negara, mengenakan kemeja putih. Ia pun menyatakan bersedia menjadi menteri pada kabinet periode kedua Jokowi. Meski begitu, Erick tidak memberi tahu jabatan menteri yang ditawarkan kepadanya.

(Baca: Saham Erick Thohir dan Sandiaga Uno Melesat Tunggu Pengumuman Kabinet)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan