Rupiah Terus Menguat Disokong Sentimen AS-Tiongkok dan Kabinet Jokowi

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Martha Ruth Thertina

22/10/2019, 10.09 WIB

Rupiah diprediksi akan menguat ke arah Rp 14.000 per dolar AS.

Rupiah, nilai tukar rupiah, kurs rupiah, Kabinet Jokowi Maruf, Kabinet Jokowi, Perang Dagang
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Nilai tukar rupiah terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda dibuka pada level Rp 14.071 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 22 Oktober ini, menguat 0,06% dibandingkan kemarin. Dengan demikian, nilai tukar rupiah telah menguat 0,71% dalam tiga hari perdagangan atau sejak Kamis, pekan lalu.

Saat berita ini ditulis, nilai tukar rupiah masih terus menguat. Kenaikannya membesar menjadi 0,15% ke posisi Rp 14.060 per dolar AS. Mayoritas mata uang Asia juga terpantau menguat terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

Dolar Hong Kong naik 0,01%, dolar Singapura 0,05%, dolar Taiwan 0,14%, won Korea Selatan 0,15%, peso Filipina 0,04%, rupee India 0,03%, yuan Tiongkok 0,12%, baht Thailand 0,02%. Di sisi lain, yen Jepang dan ringgit Malaysia melemah kurang dari 0,1%.

(Baca: Berkemeja Putih, Sri Mulyani yang Pertama Datangi Istana Pagi Ini)

Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, sentimen positif datang dari negosiasi dagang AS dan Tiongkok. "Perjanjian dagang AS-Tiongkok fase satu sepertinya akan segera ditandatangani," kata Tjendra kepada katadata.co.id, Selasa (22/10).

Semalam, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Tiongkok memberikan sinyal bahwa pembicaraan dagang berjalan cukup baik. Kedua negara merencanakan penandatanganan perjanjian dagang pada November mendatang. Perjanjian dagang bisa membatalkan rencana tarif untuk barang impor Tiongkok pada pertengahan Desember.

Secara khusus, dari dalam negeri, Tjendra menilai gambaran kabinet Jokowi-Ma’ruf turut mendorong penguatan nilai tukar rupiah. Kabinet baru Jokowi hampir pasti merangkul partai Gerindra. "Sehingga diharapkan kebijakan pemerintah ke depan mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat," ujarnya.

(Baca: Prabowo Sebut Gerindra Dapat Dua Jatah Menteri di Kabinet)

Adapun Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama rekannya Edhy Prabowo menyambangi Istana Merdeka, kemarin. Usai menyambangi Istana, Prabowo menyatakan bahwa partainya mendapatkan dua jatah menteri dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Prabowo menjelaskan bahwa dirinya diminta presiden membantu di bidang pertahanan. Meski begitu, Prabowo belum menjelaskan posisi Edhy di pemerintahan.

Selain merapatnya Gerindra ke pemerintahan, yang juga jadi sorotan dalam kabinet baru Jokowi yakni tentang masuknya beberapa profesional muda seperti Nadiem Makaring, Wishnutama, hingga Eric Thohir.

Tjendra memprediksikan rupiah akan menguat pada Selasa ini, ke arah area support berikutnya Rp 14.000 per dolar AS, dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.150 per dolar AS.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan