BEI Anggarkan Belanja Modal Rp 211,8 miliar Pada 2020

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Happy Fajrian

24/10/2019, 19.10 WIB

Belanja modal tersebut sebagian besar akan dialokasikan untuk investasi perdagangan dan pengawasan pasar modal, yakni mencapai Rp 106,6 miliar.

bei anggarkan investasi rp 218 miliar, bursa efek indonesia, anggaran investasi bei
ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
BEI anggarkan Rp 211,8 miliar untuk belanja modal pada 2020. Dana tersebut akan digunakan untuk investasi perdagangan dan pengawasan pasar modal sebesar Rp 106,6 miliar, dan sisanya untuk implementasi protokol, perkantoran dan bisnis.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menganggarkan belanja modal pada periode 2020 sebesar Rp 211,8 miliar atau meningkat 36,3% dibandingkan pada tahun ini Rp 138,7 miliar. Dana tersebut paling banyak dianggarkan untuk investasi perdagangan dan pengawasan pasar modal sebesar Rp 106,6 miliar atau 50,3% dari total anggaran.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menjelaskan investasi perdagangan dan pengawasan paling banyak dialokasikan untuk penyelenggaraan electronic trading platfrom yang investasinya mencapai Rp 40 miliar, serta pengadaan replikasi Jakarta Automated Trading System (JATS) sebesar Rp 26 miliar.

"Karena kami selalu ada pengujian-pengujian, selama ini kami belum punya (replikasi JATS). Jadi menggunakan mesin produksi," ujar Inarno saat ditemui usai RUPSLB, Kamis (24/10).

Adapun untuk implementasi protokol sebesar Rp 19 miliar. Sedangkan anggaran lainnya yakni untuk perkantoran dan bisnis masing-masing sebesar Rp 58 miliar dan 36,4 miliar.

(Baca: BEI Sebut Ada 16 Perusahaan Minat Masuk Papan Akselerasi)

Untuk tahun depan BEI juga memproyeksikan pendapatan bisa mencapai Rp 1,18 triliun atau naik 1,71% dibandingkan target tahun ini dalam Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2019 sebesar Rp 1,16 triliun.

Sedangkan, untuk biaya usaha BEI diperkirakan mencapai Rp 1,02 triliun, sehingga laba sebelum pajak ditargetkan sebesar Rp 160,54 miliar. Setelah dikurangi estimasi beban pajak sebesar Rp 59,19 miliar, maka perkiraan perolehan laba bersih BEI di tahun 2020 yaitu Rp 101,36 miliar.

Total Aset BEI pada tahun depan juga proyeksikan sebesar Rp 3 triliun atau naik 17,30% dari RKAT 2019 sebesar Rp 2,56 triliun. Adapun Saldo Akhir Kas dan Setara Kas (termasuk investasi jangka pendek) di 2020 diproyeksikan mencapai Rp 1,34 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, BEI terus melakukan penguatan Anggota Bursa (AB) melalui kerja sama sosialisasi publik untuk meningkatkan jumlah investor, serta mendukung layanan Securities & Lending Borrowing (SLB) yang ditawarkan oleh PT PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan serta perluasan bisnis AB melalui Perusahaan Efek Daerah untuk dapat memperluas basis investor di daerah-daerah.

(Baca: Ada Gejolak Pasar, BEI Proyeksi Transaksi Saham Naik Tipis pada 2020)

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan