BEI Targetkan Lima BUMN Besar IPO pada 2020

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Happy Fajrian

24/10/2019, 17.24 WIB

BEI selalu melakukan pendekatan dengan Kementerian BUMN agar perusahaan pelat merah mau masuk ke pasar modal.

lima bumn ipo 2020, bumn ipo, bursa efek indonesia
/home/ubuntu/Pictures/antarafoto/cropping/production/original/ANT20190926139.jpg
Grafik pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. BEI menargetkan ada lima BUMN yang akan melantai di bursa pada 2020.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan tahun depan akan ada 76 pencatatan efek baru di pasar modal, lima diantaranya ditargetkan berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan melakukan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO).

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan untuk bisa menarik perusahaan BUMN masuk ke pasar modal, pihaknya melakukan pendekatan dengan Kementerian BUMN, baik melalui komunikasi formal maupun non formal.

"Siapapun menterinya kami selalu melakukan pendekatan. Mudah-mudahan paling tidak lima BUMN besar bisa masuk (melantai)," kata Inarno di Jakarta, Kamis (24/10).

Berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2020 BEI, 76 pencatatan efek baru tersebut terdiri dari pencatatan saham perdana, penerbitan obligasi korporasi, Efek Beragun Aset (EBA), reksa dana (ETF), dana investasi real estate (DIRE), dan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA).

(Baca: Jokowi-Amin Akan Dilantik, BEI Harap BUMN Mau Masuk Bursa Saham)

Agar target tersebut bisa tercapai, BEI menyelenggarakan sosialisasi, workshop, dan one-on-one meeting dengan perusahaan potensial, tidak hanya swasta dan BUMN tetapi juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Selain itu BEI juga melakukan pengembangan regulasi dan sistem yang mendukung kemudahan pencatatan efek bagi calon perusahaan tercatat.

BEI terus mendukung penguatan Anggota Bursa (AB) melalui kerja sama sosialisasi publik untuk meningkatkan jumlah investor. BEI juga mendukung layanan Securities & Lending Borrowing (SLB) yang ditawarkan oleh PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), pendanaan efek bagi investor melalui KPEI, serta perluasan bisnis AB melalui Perusahaan Efek Daerah untuk dapat memperluas basis investor di daerah.

Adapun hingga akhir September 2019 sudah ada 37 perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham alias IPO. Tapi BEI mengungkapkan sudah mengantongi 20 perusahaan lainnya yang berniat melakukan IPO hingga akhir tahun ini. Sayangnya, dalam daftar yang dirilis oleh BEI, tidak ada target dana yang dikumpulkan oleh perusahaan melalui IPO ini.

Adapun perusahaan yang hingga saat ini masuk dalam pipeline rencana IPO diantaranya PT Indo Bintang Mandiri , PT Repower Asia Indonesia , PT SAM Indonesia, PT Nusantara Almazia.

(Baca: BEI Sebut 31 Perusahaan Bakal Gelar IPO Hingga Akhir Tahun Ini)

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan