Ada Aksi Ambil Untung Investor Domestik, IHSG Sesi I Terkoreksi 0,57%

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

25/10/2019, 13.40 WIB

Sebaliknya, investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar sebesar Rp 126,76 miliar.

ihsg sesi i, ihsg hari ini,
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
IHSG sesi I Jumat (25/10) terkoreksi 0,57% ke level 6.303,48 karena aksi ambil untung investor domestik. Sedangkan investor asing membukukan pembelian bersih saham (net buy) di seluruh pasar sebesar Rp 126,76 miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat (25/10) ditutup terkoreksi 0,57% menjadi berada di level 6.303,48. Meski terkoreksi, investor asing melakukan beli bersih senilai Rp 126,76 miliar di seluruh pasar.

Tekanan terhadap IHSG berasal dari investor domestik yang melakukan aksi ambil untung. Tercatat investor domestik membukukan penjualan bersih saham (net sell) sebesar Rp 200 miliar di pasar reguler.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan melihat potensi penurunan IHSG hari ini. Dalam risetnya, ia memperkirakan level support pertama dan kedua IHSG hari ini berapa pada rentang 6.293 hingga 6.247. Sedangkan level resistance memiliki rentang 6.363 hingga 6.387.

Menurut Dennies, tren kenaikan IHSG sudah terbatas karena volume perdagangan mulai turun. "Sehingga ada potensi mengalami koreksi atau profit taking dalam jangka pendek," ujarnya menambahkan.

(Baca: IHSG Naik 5,24% dalam 10 Hari, Reli Penguatan Diprediksi Berlanjut)

IHSG mengawali perdagangan hari ini dengan naik ke level 6.342,61 atau 0,05% dan terus menanjak ke level 6.348,32 (0,14%). Namun setelah itu IHSG terus bergerak turun dan sempat menyentuh level terendahnya pada sesi I di 6.302,16 (0,59%).

Pada sesi pertama ini, volume saham yang diperdagangkan totalnya sebanyak 13,35 miliar saham, dengan total nilai transaksi Ro 4,69 triliun, dan dengan frekuensi 297.955 kali. Tercatat pula, ada 171 saham yang bergerak di zona hijau, sementara ada 194 saham yang terkoreksi, dan 151 saham yang stagnan.

Secara indeks sektoral, koreksi IHSG pada sesi pertama hari ini ditopang oleh sektor industri dasar yang bergerak turun 1,61%. Saham-saham di dalamnya yang membuat sektor ini bergerak turun seperti Chandra Asri Petrochemical (TPIA) yang turun 1,05% menjadi Rp 9.450 per saham. Lalu Charoen Pokphand (CPIN) juga turun hingga 6,12% menjadi Rp 6.900 per saham.

Tidak hanya itu, Barito Pacific (BRPT) juga bergerak terkoreksi 1,47% menjadi Rp 1.005 per saham. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) juga bergerak terkoreksi 1,59% menjadi Rp 10.825 per saham. Saham Japfa Comfeed (JPFA) juga bergerak terkoreksi 1,10% menjadi Rp 1.805.

Selain IHSG, indeks-indeks di Asia lainnya pun turut bergerak terkoreksi hingga pukul 12.10 WIB. Seperti Hang Seng Index yang bergerak turun hingga 0,46% dan Shanghai Composite Index juga bergerak terkoreksi 0,07%. Meski, Nikkei 225 Index bergerak menguat 0,04% dan Strait Times Index juga naik 0,42%.

(Baca: Kurs Rupiah Dibayangi Pelemahan Imbas Kekhawatiran Atas Ekonomi Global)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan