Palapa Ring Dibangun, Pemprov Papua Barat Masih Mengeluhkan Internet

Penulis: Desy Setyowati

28/10/2019, 14.46 WIB

Jaringan internet bahkan tidak maksimal saat Presiden Jokowi datang ke Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Pemprov Papua Barat mengeluh layanan internet belum merata meski sudah ada Palapa Ring
Kominfo
Ilustrasi, Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2014-2019, Rudiantara memberikan pemaparan mengenai proyek Palapa Ring Paket Barat, Tengah dan Timur di Jakarta, Senin (19/11). Pemprov Papua Barat mengeluh layanan internet belum merata meski sudah ada Palapa Ring.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) periode 2014-2019 telah merampungkan Palapa Ring yang memungkinkan masyarakat dari Sabang hingga Merauke menikmati layanan internet. Namun, Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap layanan ini diperluas ke distrik, termasuk pedalaman dan pulau terluar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Papua Barat, Frans Instia di Manokwari mengatakan, pemasangan kabel fiber optik Palapa Ring hanya mencakup kabupaten. Alhasil, layanan internet belum bisa dinikmati seluruh masyarakat Papua.

"Kami juga berharap ada kejelasan terkait skema pembiayaan. Ini membutuhkan biaya cukup besar. Kalau dibebankan kepada pemerintah daerah tentu sangat berat," kata dia di Manokwari, Papua, Senin (28/10).

Ia berharap, Kementerian Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi (Bakti) membangun kabel serat optik hingga ke distrik. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat Papua Barat yang merasakan manfaat dari Palapa Ring.

"Seperti kunjungan Presiden (Jokowi) di Pegunungan Arfak kemarin (Minggu 27/10). Kami tidak bisa meningkatkan jaringan internet secara maksimal. Kabel fiber optik hanya terpasang sampai di Menyambauw, sedangkan bapak Presiden berkunjung ke Anggi," kata dia.

(Baca: Palapa Ring Beres, Rudiantara Balik ke Swasta Bila Tak Jadi Menteri)

Menyiasati keterbatasan itu, pihaknya berkoordinasi dengan PT Telkomsel untuk meningkatkan lebar cakupan frekuensi atau bandwidth. Namun, langkah itu juga tidak bisa maksimal karena hanya ada satu Base Transceiver Station (BTS) di Anggi, itu pun kapasitasnya 2G.

“BTs-nya tetap 2G tapi bandwidth-nya kemarin ditingkatan menjadi empat megabyte. Ini pun masih sangat terbatas, hanya bisa untuk internet dan whatsapp non-streaming," kata Frans. Kondisi ini, kata dia, hanya salah satu contoh kendala yang kerap terjadi.

Frans mengatakan, usul untuk memperluas pemasangan kabel serat optik sudah disampaikan oleh Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani kepada Presiden Jokowi melalui video conference. "Harapan kami, mudah-mudahan hal itu bisa ditindaklanjuti Kementerian Kominfo," katanya.

(Baca: Palapa Ring Beroperasi, Konsumsi Internet Diprediksi Tak Naik Pesat)

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan pemerintah akan membangun tambahan 4 ribu BTS pada 2020. Pembangunan infrastruktur ini untuk meningkatkan kecepatan internet di berbagai wilayah di Indonesia.

Sebab, beberapa kepala daerah mengeluh koneksi internet masih lambat, meski proyek Palapa Ring sudah beroperasi. Pemerintah daerah (pemda) yang melaporkan hal itu di antaranya Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama Bakti Anang Latif menjelaskan, pemerintah sebelumnya menargetkan 5 ribu BTS hingga 2020. Saat ini, 1.000 di antaranya sudah beroperasi. “Kami target 500 BTS (selesai) tahun ini dan 3.500 BTS tahun depan," katanya, beberapa waktu lalu (15/10).

Pembangunan BTS itu akan berlokasi di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) Indonesia, seperti di Natuna. Lokasi itu, menurutnya sangat potensial tetapi belum memiliki sinyal telekomunikasi. Karena itu, 50% dari 4 ribu BTS itu bakal dibangun di wilayah Papua dan Papua Barat.

(Baca: Palapa Ring, Jaringan Kabel Optik yang Jadi ‘Tol Langit’ Indonesia)

Reporter: Antara dan Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha