Solusi Bangun Indonesia Kantongi Laba Rp 134 Miliar Hingga Kuartal III

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Ekarina

30/10/2019, 12.37 WIB

Meningkatnya pendapatan perseroan, sebagian berasal dari penjualan semen senilai Rp 6,74 triliun.

Buruh angkut membongkar muat semen di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (27/7/2019). Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat, rata-rata konsumsi semen pada semester I tahun 2019 sebesar 4,9 juta ton per bulan, atau mengalami penurunan d
ANTARA FOTO/ARNAS PADDA
Buruh angkut membongkar muat semen di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (27/7/2019). Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat, rata-rata konsumsi semen pada semester I tahun 2019 sebesar 4,9 juta ton per bulan, atau mengalami penurunan dibanding semester I tahun 2018 yang mencapai 6,58 juta ton per bulan.

Emiten produsen semen, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mencatat laba senilai Rp 134,12 miliar hingga triwulan III 2019. Kinerja ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu, yang mana perusahaan tercatat rugi Rp 630,35 miliar.

Dalam laporan keuangan perusahaan yang diunggah pada Selasa (29/10) menunjukkan, salah satu penyebab diperolehnya laba bersih perseroan saat ini disebabkan oleh naiknya pendapatan yang diikuti menyusutnya sejumlah komponen beban. 

Hingga sembilan bulan pertama 2019, SMCB tercatat membukukan pendapatan senilai Rp 7,73 triliun hingga September 2019, naik 2,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 7,56 triliun.

(Baca: Akuisisi Holcim Rampung, Penjualan Semen Indonesia Melonjak 24%)

Meningkatnya pendapatan perseroan, sebagian berasal dari penjualan semen senilai Rp 6,74 triliun. Jumlah itu meningkat 6,6% dari sebelumnya Rp 6,32 triliun. Sementara penjualan beton ada kenaikan 3,5% menjadi Rp 786,61 milliar.

Selain itu, beban pokok pendapatan perusahaan yang sebelumnya bernama Holcim Indonesia ini, juga mengalami penurunan. Hingga triwulan III 2019, beban pokok pendapatan perusahaan senilai Rp 5,88 triliun, turun 5,4% secara tahunan dari Rp 6,22 triliun.

Dengan naiknya pendapatan perseroan dan turunnya beban pokok pendapatan, perusahaan mampu membukukan laba kotor senilai Rp 1,85 triliun hingga September 2019. Angka ini melonjak 37,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 1,34 triliun.

(Baca: Pasca Diakuisisi Semen Indonesia, Holcim Ganti Nama dan Rombak Direksi)

Penopang kinerja laba perusahaan lainnya juga disebabkan oleh turunnya beban usaha seperti beban distribusi menjadi Rp 533,23 miliar atau turun 3,0% dari Rp 550,19 miliar. Selain itu beban penjualan perusahaan juga turun 47,6%, menjadi Rp 245,46 miliar dari Rp 469,14 miliar.

Adapun setelah mengumumkan kinerja positif tersebut, harga saham perusahaan terpantau  melaju positif. Pada perdagangan kemarin, saham SMCB tercatat ditutup menguat 5,45% menjadi di harga Rp 1.355 per saham. Sementara, pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.42 WIB, saham SMCB melanjutkan kenaikan sebesar 4,43% menjadi Rp 1.415 per saham.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan