Pelaku Pasar Ambil Untung, Rupiah Ditutup Melemah 0,09% Hari Ini

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Desy Setyowati

31/10/2019, 17.08 WIB

Padahal, rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.

pelaku pasar ambil untung, rupiah ditutup melemah hari ini
123RF.com/Nawadoln
Ilustrasi. Rupiah melemah 0,09% terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan hari ini.

Nilai tukar rupiah melemah 0,09% ke level Rp 14.042 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini (31/10), berdasarkan data Bloomberg. Analis memperkirakan, pelemahan terjadi karena investor mengambil untung (profit taking).

Direktur Riset Center Of Reform on Economics (CORE) Pieter Abdullah Redjalam menilai, pasar memposisikan rupiah di kisaran Rp 14.000 per dolar AS sudah terlalu kuat. "Karena itu, mereka ragu untuk menahan rupiah terlalu lama dan dengan cepat melakukan profit taking," kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (31/10).

Hal itu bisa dilihat dari nilai tukar rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar rate (JISDOR) yang menguat 36 poin ke level Rp 14.008 per dolar AS pada hari ini. Meskipun rupiah melemah 0,09% di pasar spot.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, sejak awal bulan hingga 29 Oktober (month to date), rupiah menguat 1,15%. Sejak awal tahun (year to date), mata uang Garuda ini juga terapresiasi 2,54%. Penguatan itu lebih tinggi dibanding mata uang Malaysia, Vietnam, India, dan Tiongkok.

(Baca: The Fed Pangkas Bunga, Rupiah Perkasa ke 14.006 per dolar AS)

“Rupiah sebenarnya potensial untuk menguat karena The Fed (bank sentral AS) menurunkan suku bunganya,” kata dia. Selain itu, pasar mengapresiasi data-data investasi Indonesia.

Berkaca dari data-data ini, menurutnya pelemahan terjadi karena pelaku pasar mengambil untung dari penguatan rupiah selama ini. Apalagi, pada perdagangan hari ini, hanya rupiah dan dolar Hong Kong yang melemah terhadap dolar AS dibanding mayoritas mata uang Asia.

Yen Jepang, dolar Singapura, dan won Korea Selatan naik 0,23%, 0,15%, dan 0,37%. Begitu juga dengan peso Filipina 0,39%, dolar Taiwan 0,03%, rupee India 0,08%, yuan Tiongkok 0,33%, ringgit Malaysia 0,17%, dan baht Thailand 0,12%.

(Baca: Pasar Tunggu Keputusan The Fed, Rupiah Melemah)

 

Adapun The Fed memangkas suku bunga acuannya (Fed Fund Rate/FFR) 25 basis poin (bps) ke kisaran 1,5% hingga 1,75% dini hari tadi. Hal itu untuk menjaga ekspansi perekonomian, dengan tingkat inflasi tetap terjaga di level 2%. Meski begitu, Bank Sentral AS ini juga memberi sinyal adanya potensi mempertahankan suku bunga ke depan.

Sedangkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi langsung naik 18,4% dibanding periode sama tahun lalu (year on year/yoy) menjadi Rp 205,7 triliun pada Kuartal III 2019. Rinciannya, penanaman modal dalam negeri (PMDN) naik 18,9% menjadi Rp 100,7 triliun dan penanaman modal asing (PMA) meningkat 17,8% menjadi Rp 105 triliun.

(Baca: Pasar Pantau Ekonomi AS, Rupiah Melemah 0,03%)

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan