Pernah Diculik Saat Jadi Aktivis, Faisol Riza Kini Ketua Komisi VI DPR

Penulis: Hari Widowati

1/11/2019, 14.06 WIB

Faisol Riza sempat diculik dan disiksa ketika menjadi aktivis 1998. Ia dibebaskan karena pernah menjadi pelajar Nahdlatul Ulama (NU) dan santri.

ketua komisi VI DPR, faisol riza, profil ketua komisi VI DPR, profil faisol riza, politisi PKB, mantan aktivis, berita terkini hari ini
Dok. DPR RI/Andri
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Faisol Riza (tengah) ditetapkan sebagai Ketua Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Rabu (30/10).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Faisol Riza ditetapkan sebagai Ketua Komisi VI DPR RI, Rabu (30/10) lalu. Di komisi tersebut, ia akan mengurus bidang industri, investasi, dan persaingan usaha. Mitra kerja Komisi VI antara lain Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), Kementerian BUMN dan seluruh BUMN, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan lain-lain.

Pria kelahiran Probolinggo, 1 Januari 1973 ini dikenal sebagai mantan aktivis di era reformasi. Seperti ditulis oleh Suara.com, Faisol adalah salah satu dari tiga aktivis yang dibebaskan setelah diculik sekelompok orang tak dikenal pada 1998. Ia disekap dan disiksa, ditidurkan di atas balok es dan disundut dengan rokok oleh para penculiknya. Faisol sempat stress akibat peristiwa tersebut.

Menurut penuturan ibunya, Faisol selamat lantaran latar belakang pendidikannya sebagai pelajar Nahdlatul Ulama (NU). Menurut data di laman resmi dpr.go.id, Faisol pernah mengenyam bangku pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama, serta pendidikan menengah dan atas di MTs dan MA Nurul Jadid. Setelah itu, barulah ia menempuh pendidikan tinggi di Jurusan Filsafatdi Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.

Pada 1998-1999, Faisol tercatat sebagai ketua Solidaritas Mahasiswa Indonesia. Organisasi inilah yang membuatnya dimata-matai oleh intel dan diculik. Setelah bebas dari penculikan tersebut, Faisol aktif dalam Ikatan Keluarga Hilang Indonesia (IKOHI) dan menjabat sebagai wakil ketua IKOHI hingga sekarang.

(Baca: Dito Ganinduto, Pengusaha dan Politisi Senior Golkar Pimpin Komisi XI)

Bergabung dengan PKB

Faisol pun bergabung dengan PKB. Ia pernah menduduki beberapa jabatan penting, yaitu Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB DKI Jakarta periode 2008–2009 dan Wakil Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat (Wasekjen DPP) PKB dari 2009 hingga sekarang. Faisol juga pernah menjadi staf umum Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2014).

Ia juga menjabat sebagai ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) periode 2015-2019, menggantikan Dhohir Farisi. Berkat posisinya itu, Imam Nahrawi mempercayainya menjadi staf khusus Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) pada 2014-2017.

Statusnya sebagai staf khusus Kemenpora sempat membuatnya dipanggil oleh KPK terkait kasus suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). KPK menetapkan Imam Nahrawi dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum, sebagai tersangka dalam kasus ini.

Faisol duduk di DPR sejak Maret 2018 di Komisi XI DPR. Ia bukan anggota yang terpilih lewat Pemilu Legislatif 2014. Ia ditunjuk oleh partainya untuk menggantikan Abdul Malik Haramein yang mengundurkan diri dari jabatan sebagai anggota DPR karena mengikuti Pilkada Probolinggo 2018.

Pada Pemilu Legislatif 2019, ia menjadi calon anggota legislatif (caleg) dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur II, yang meliputi Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, dan Probolinggo. Ia lolos dan dilantik sebagai anggota DPR periode 2019-2024.

(Baca: Meutya Hafid, Jurnalis Gigih yang Menjadi Ketua Komisi I DPR RI )

Aktif di Dunia Bisnis dan Pendidikan

Selain aktif di ranah politik, Faisol juga aktif di bidang pendidikan dan bisnis. Ia pernah menjadi dosen paruh waktu di Humanity Course sejak 2006 dan di UNO sejak 2008.

Ia juga menjabat sebagai direktur Yayasan Perspektif Baru (YPB) sejak 2000. Dilansir dari situs resminya, yayasan ini mempunyai tujuan edukasi publik untuk memberi tempat bagi orang yang ingin memberi perspektif dan pandangan baru tanpa harus berdemonstrasi.

Perspektif Baru sebelumnya adalah salah satu program di televisi swasta pada 1994 yang dipandu oleh Wimar Witoelar. Namun setahun berselang, Soeharto menarik izin tayang program ini dan akhirnya Wimar bergerak di radio, koran, hingga akhirnya terbentuklah yayasan ini.

(Baca: Ini Susunan Lengkap Anggota Komisi I hingga XI DPR RI)

Faisol juga aktif di bidang hubungan masyarakat, event organizer (EO), dan distribusi alat perusahaan migas. Ia dipercaya sebagai direktur PT Inter Matrix sejak 2000, Faisol menyediakan jasa merancang kampanye publikasi dan mengatur acara klien. Perusahaan ini sejalan dengan YPB dengan Wimar sebagai salah satu petingginya.

Faisol juga menjadi bagian dari PT Red White Indonesia, sebuah perusahaan dengan spesialisasi manajemen acara dan instalasi dekorasi acara. Bisnis lain yang sekarang digeluti oleh Faisol adalah distribusi alat perusahaan migas. Ia bekerja sama dengan Distribution Now (DNOW) yang berpusat di Houston, Amerika Serikat (AS). Faisol menawarkan barang-barang pertambangan mulai dari mesin bor, pipa, alat keamanan, genset (power generator), dan lain-lain.

Penulis: Amelia Yesidora

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan