Tiongkok Ragukan Negosiasi Perang Dagang, Rupiah Dibuka Melemah

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Agustiyanti

1/11/2019, 09.02 WIB

Pelemahan rupiah terjadi akibat perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang kembali memanas.

Uang dolar
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ilustrasi.

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp 14.060 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi akibat perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang kembali memanas.

Mengutip Bloomberg, mayoritas mata uang Asia pun melemah terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Dolar Hongkong turun 0,01%, dolar Taiwan 0,17%, won Korea Selatan 0,42%, peso Filipina 0,1%, rupee India 0,05%, dan yuan Tiongkok 0,12%.

Namun tak semuanya tumbang, beberapa mata uang Asia masih menunjukkan penguatan meski tipis. Yen Jepang naik 0,06%, dolar Singapura 0,03%, ringgit Malaysia 0,05%, dan baht Thailand 0,04%.

(Baca: AS dan Tiongkok Cari Lokasi Baru Teken Kesepakatan Dagang)

Vice President Monex Investindo Ariston Tjendra menilai, rupiah pagi ini tertekan oleh sentimen perang dagang. "Terdapat potensi gagalnya perjanjian dagang AS dan Tiongkok," kata Tjendra kepada Katadata.co.id, Jumat (1/11).

Menurut ia, kini pejabat Tiongkok meragukan perjanjian dagang yang komprehensif dengan AS bisa tercapai. Adapun sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS dan Tiongkok akan segera mengumumkan lokasi baru penandatanganan kesepakatan dagang tahap pertama.

Penentuan lokasi baru dibutuhkan lantaran pemerintah Chili membatalkan gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC pada 16-17 November yang semula akan dimanfaatkan sebagai lokasi penandatanganan kesepakatan dagang oleh Trump dan Xi Jinping.

(Baca: Ekonomi AS Tumbuh Melambat, The Fed Pangkas Bunga Acuan 0,25%)

Trump tidak mengumumkan secara spesifik kapan pertemuan baru akan ditetapkan. Namun, ia mengatakan pada hari Rabu (30/10) bahwa pihaknya akan menyelesaikan kesepakatan dalam jangka waktu yang sama.

Dari dalam negeri, Tjendra menyebut bahwa laporan inflasi mungkin tidak terlalu berpengaruh ke rupiah. "Dolar berpotensi bergerak di kisaran Rp 14.000 - Rp 14100 per dolar AS hari ini," tutupnya.

 

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan