Kemenhub Gandeng Gojek untuk Hentikan Praktik Monopoli Tol Laut

Penulis: Rizky Alika

Editor: Happy Fajrian

3/11/2019, 11.49 WIB

Kerja sama tersebut dalam rangka digitalisasi pelayanan dengan aplikasi berbasis digital.

kemenhub, kementerian perhubungan, tol laut, gojek, monopoli tol laut
Arief Kamaludin|Katadata
Ilustrasi tol laut. Kementerian Perhubungan menggandeng Gojek untuk menghentikan praktek monopoli pada penyelenggaraan tol laut.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menggandeng Gojek dalam meningkatkan layanan tol laut. Kerja sama ini sebagai tindak lanjut atas pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghentikan praktik monopoli program tol laut.

Kerja sama tersebut dalam rangka digitalisasi pelayanan dengan aplikasi berbasis digital, untuk mempermudah proses pemesanan kontainer. Dengan demikian, pemesanan kontainer dapat dilakukan secara transparan dan dapat membagi muatan secara adil kepada pengirim (shipper) yang ada di daerah terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan (3TP).

"Platform digital ini diharapkan memberikan peluang yang lebih mudah karena masyarakat Indonesia sudah terbiasa menggunakan aplikasi Gojek," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko usai memimpin Rapat Evaluasi Kuota Muatan dan Disparitas Harga Barang di Kantor PT Pelni Surabaya seperti dikutip dari siaran pers Minggu (11/3).

(Baca: Jokowi Sebut Tol Laut Dimonopoli Perusahaan Tertentu)

Kemenhub bersama dengan seluruh stakeholder dan shipper/consignee mengevaluasi kuota muatan dan pengawasan disparitas harga barang. Disparitas harga yang cukup signifikan terjadi di daerah 3TP, khususnya yang melayani wilayah timur Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut, keberadaan pelayaran tol laut penting pada daerah-daerah 3TP.

Tol laut, lanjut Wisnu, mempunyai peran besar terhadap pertumbuhan perekonomian. Sebab, kebutuhan jasa angkutan laut semakin meningkat sejalan dengan kondisi geografis Indonesia.

Namun, penyelenggaraan tol laut masih terkendala praktik monopoli. Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mengungkapkan ada lima penyebab terjadinya dugaan praktik monopoli penyelenggaraan tol laut.

(Baca: Pemerintah Tetapkan Lima Pelabuhan dalam Proyek Percontohan Tol Laut)

Berdasarkan hasil identifikasi, dugaan praktik monopoli terjadi di daerah timur, seperti Maluku dan Papua. Sesuai arahan Presiden, Kemenhub akan lebih menyoroti Maluku dan Papua. "Kami akan masuk lebih mendalam dan dengan aplikasi Gojek ini mudah-mudahan menjadi solusi penghentian monopoli,” kata Wisnu.

Dengan demikian, manfaat subsidi yang digelontorkan pemerintah bisa menurunkan disparitas harga antara Indonesia bagian barat dan timur. Ke depan, Wisnu akan menggelar pertemuan dengan Gojek untuk membahas bentuk aplikasi dan modul pelaksanaan program di Gojek.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan