Ekspor Freeport Turun, Penerimaan Bea Keluar Anjlok 48%

Penulis: Rizky Alika

Editor: Agustiyanti

4/11/2019, 21.50 WIB

Penerimaan bea keluar hingga 1 November mencapai Rp 2,88 triliun, anjlok 48% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 5,59 triliun.

Bongkar muat peti kemas di Terminal Koja Tanjung Priok Jakarta (18/9). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang Indonesia surplus US$ 85 juta pada Agustus 2019. Angka tersebut terdiri dari ekspor sebesar US$ 14,28 miliar dan impor US$ 14,2 milia
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat penerimaan bea keluar hingga 1 November mencapai Rp 2,88 triliun atau 65% dari target sebesar Rp 4,42 triliun.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat penerimaan bea keluar hingga 1 November mencapai Rp 2,88 triliun atau 65% dari target sebesar Rp 4,42 triliun. Realisasi itu anjlok 48,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 5,59 triliun.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, penerimaan bea keluar tersebut menurun lantaran adanya penurunan ekspor tambang oleh PT Freeport.

"Penurunan terutama bea keluar karena memang ada beberapa kondisi, yaitu Freeport," kata dia di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (4/11).

(Baca: Penerimaan Bea Cukai Rp 155,2 Triliun, Baru 74% dari Target)

Ia menjelaskan ekspor tembaga Freeport menurun lantaran ada pengalihan aktivitas tambang dari atas permukaan (upper ground) menjadi di bawah tanah (under ground). Selain Freeport, aktivitas eskpor PT Newmont Nusa Tenggara juga mengalami penurunan sehingga berdampak pada bea keluar.

Di sisi lain, penerimaan bea masuk hingga 1 Oktober mencapai Rp 30,31 triliun atau 77,93% dari target sebesar Rp 38,89 triliun, trurun 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 32,27 triliun.

(Baca: Ekspor 2020 Diproyeksi Membaik, Penerimaan Bea Keluar Dipatok Rp 2,6 T)

Sementara itu, penerimaan cukai mencapai Rp 125,53 triliun atau 75,85% dari target sebesar Rp 165,5 triliun, naik 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 106,3 triliun.

Secara keseluruhan, total penerimaan bea dan cukai mencapai Rp 158,7 triliun atau 76% dari target sebesar Rp 208,82 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 9,9% dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan