Tujuh Jam Dibuai Musik Jazz di Tepi Pantai Kerandangan

Penulis: Tim Publikasi Katadata

4/11/2019, 14.50 WIB

Selama tujuh jam, pecinta musik dibuai oleh alunan musik jazz yang bercampur dengan angin sepoi-sepoi dari tepi Pantai Kerandangan.

Ruth Sahanaya
Katadata
Ruth Sahanaya tampil di acara Senggigi Sunset Jazz 2019

Senggigi Sunset Jazz 2019 kembali digelar pada Minggu, 3 November 2019 di Pantai Kerandangan, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Acara dimulai pukul 16.05 WITA dengan penampilan Betelu featuring Kevin. Musisi asli Lombok itu membawakan sejumlah lagu jazz yang mampu menarik perhatian penonton yang mulai berdatangan ke area digelarnya Senggigi Sunset Jazz.

 

Cuaca yang mendung tidak menyurutkan animo penonton yang  terus memadati tepi Pantai Kerandangan. Suasana mulai memanas ketika Ruth Sahanaya naik ke atas panggung. Penyanyi yang beken di era 90-an ini membawakan lagu “Bawa Daku Pergi” sebagai pembuka.

 

Uthe – panggilan Ruth Sahanaya – mengajak para penonton ikut bernyanyi bersama lewat lagu “Memori.” Ketika memasuki refrain, penonton pun kompak untuk ikut bersenandung bersama istri Jeffry Waworuntu itu. Setelah membawakan lagu “Masa Kecil”, Uthe kembali menyanyikan lagu melankolis, yaitu “Keliru.”

 

Ketika intro lagu “Andaikan Kau Datang Kembali” sayup-sayup mengumandang, sejumlah penonton berteriak histeris. Lagu ini memang merupakan salah satu hits Uthe di era 90-an. Kembali Uthe mengajak penonton yang semakin banyak di depan panggung untuk ikut bernyanyi. Penampilan Uthe ditutup oleh lagu yang berirama upbeat, yaitu “Tak Kuduga.”

 

Sebagian penonton sempat kecewa ketika Uthe harus meninggalkan panggung, karena masih ada beberapa lagu hitsnya yang belum sempat dibawakan, seperti “Kaulah Segalanya” dan “Amburadul”.

 

Setelah Uthe menyelesaikan penampilannya, acara Senggigi Sunset Jazz 2019 rehat sekitar 1 jam untuk salat Maghrib dan makan malam. Setelah itu, musisi perempuan kelahiran Lombok yang tengah menuntut ilmu di Yogyakarta, Tami Aulia, menyapa penonton dengan membawakan lagu “Pergilah Kasih” yang dipopulerkan oleh Chrisye di era 90-an.

 

Tidak hanya menampilkan musisi, Senggigi Sunset Jazz juga menghadirkan musik tradisional yang dibawakan oleh Gendag Beleq. Ketika MC menyebutkan nama Tompi sebagai musisi yang akan tampil berikutnya, sekitar 1.000 penonton yang hadir mulai histeris.

 

Tompi yang tampil mengenakan kemeja putih dan topi yang menjadi ciri khasnya, membuka dengan lagu “Sedari Dulu”, diikuti oleh “Tak Pernah Setengah Hati”. Musisi, yang juga seorang dokter ini, kemudian menyanyikan lagu “Garuda Pancasila” yang diaransemen dengan nada yang lebih lembut. Para penonton sempat  terdiam ketika Tompi melantunkan lirik demi lirik “Garuda Pancasila” yang diubah menjadi lagu yang romantis.

Personel grup musik Trio Lestari ini juga menyanyikan lagu yang dipopulerkan Stevie Wonder, yaitu “I Wish.” Selama kurang lebih 30 menit di atas panggung, Tompi kerap mengajak penonton untuk ikut bernyanyi bersama.

 

Puncak dari acara Senggigi Jazz Festival 2019 adalah Raisa. Istri Hamish Daud ini naik ke panggung sekitar pukul 22.05 WITA. Dimulai dengan lagu “Cinta”, penampilan Raisa yang terlihat cantik pada malam itu mampu membius penonton. Bukan hanya kaum laki-laki tetapi juga perempuan berteriak histeris setiap Raisa melambaikan tangan ke arah penonton.

 

Lagu-lagu Raisa yang popular, seperti “Kembali”, “Terjebak Nostalgia”, dan “Seandainya Jarak Tiada Berarti” membuat suasana semakin panas meski angin  sepoi-sepoi berhembus dari tepi pantai. Lagu terbaru Raisa, yaitu “You” juga menjadi salah satu lagu yang dibawakan di atas panggung. Namun, bukan lagu itu yang ditunggu-tunggu oleh penonton Senggigi Sunset Jazz 2019.

 

“Mantan Terindah” merupakan salah satu lagu yang paling dinanti penonton. Raisa sepertinya sangat paham bahwa  fansnya sangat suka dengan lagu tersebut. Ibu satu orang anak ini pun membiarkan penonton untuk bernyanyi.

 

Meski hari semakin larut, antusias penonton untuk  bernyanyi bersama Raisa ternyata tidak surut. Apalagi ketika Raisa membawakan “Could It Be” yang bercerita tentang seseorang yang tengah jatuh cinta. Sebagian besar penonton yang hapal lirik lagu ini langsung ikut bersenandung.

 

Raisa menutup penampilannya di Senggigi Sunset Jazz 2019 dengan lagu “Cukup Sekali Saja”. Tepat pukul 23.05 WIT, Raisa melemparkan ciuman ke udara kepada penonton sebagai tanda pamit dari  atas panggung.

 

Selama tujuh jam, pecinta  musik dibuai oleh alunan musik jazz yang bercampur dengan angin sepoi-sepoi dari tepi Pantai Kerandangan. Project Director Senggigi Sunset Jazz, Nety Rusi mengaku puas dengan penampilan seluruh musisi dan juga penonton.

 

“Kami tidak menyangka antusias penonton sangat luar biasa. Kami menyiapkan 8.000 gelang untuk penonton yang ingin datang dan sudah ludes. Bahkan banyak yang masuk tanpa memakai gelang. Kami perkirakan jumlah penonton pada malam ini bisa mencapai 10.000 orang,” kata Nety.

 

Acara Senggigi Sunset Jazz 2019 memang tidak dipungut bayaran. Tujuannya memang untuk menghibur warga Lombok serta membuat wisawatan lokal mau datang ke Lombok, pasca-gempa besar yang terjadi tahun lalu.

 

Tahun depan, kata Nety, Senggigi Sunset Jazz akan berusaha tetap menampilkan musisi papan atas untuk bisa menarik lebih banyak lagi penonton. Bukan tidak mungkin, musisi jazz dari luar negeri juga akan ditampilkan.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha