Jokowi Minta Golkar Solid dan Tidak Gaduh Jelang Munas

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

6/11/2019, 22.26 WIB

Pernyataan Jokowi ini tak berselang jauh dari kembali munculnya wacana Bambang Soesatyo maju sebagai calon Ketua Umum Golkar.

Golkar, Jokowi
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma\'ruf Amin, eks Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan beberapa petinggi Golkar: Agung Laksono, Aburizal Bakrie, Akbar Tanjung dan Airlangga Hartarto saat peringatan HUT ke-55 Partai Golkar di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tak ada kegaduhan dalam internal Golkar menjelang Musyawarah Nasional (Munas) pada 4-6 Desember 2019. Jokowi menilai Golkar sudah menjadi tulang punggung pemerintah, sehingga kegaduhan akan akan berdampak pada jalannya tugas eksekutif.

“Golkar goncang sedikit, pemerintah tergoncang sedikit,” kata Jokowi dalam acara peringatan hari ulang tahun ke-55 Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11).

Jokowi berharap kesolidan Golkar dapat dijaga sehingga tak ada kegaduhan dalam tubuh partai berlambang beringin tersebut. Dia pun meminta agar tokoh-tokoh di Golkar dapat menjaga komitmen yang telah dibuat selama ini.

“Oleh sebab itu, kesolidan dan komitmen harus kita jaga bersama-bersama,” kata Jokowi. (Baca: Jelang Munas Golkar, Pimpinan DPD Berstatus Plt Jadi Sorotan)

Pernyataan Jokowi ini tak berselang jauh dari kembali munculnya wacana Bambang Soesatyo (Bamsoet) maju sebagai calon Ketua Umum Golkar. Padahal, Bamsoet sebelumnya telah menyatakan dukungan kepada Airlangga Hartarto maju Golkar-1 pascaterpilih sebagai Ketua MPR.

Bamsoet sempat menyatakan bahwa persaingan memperebutkan kursi Ketua Umum Golkar dengan Airlangga telah selesai. Belakangan, Bamsoet membantah pernyataannya sendiri.

Bamsoet menyebut, dia tak pernah mundur dari bursa calon Ketua Umum Golkar. Bamsoet mengklaim dirinya hanya berupaya menenangkan situasi demi Golkar mendapatkan posisi di parlemen.

“Ketika itu saya cooling down ada tujuan partai yang lebih besar, yaitu mendapatkan posisi ketua MPR atau pimpinan MPR," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/11).

(Baca: Rangkul Presiden PKS, Surya Paloh Kena Sindir Jokowi)

Selain itu, Bamsoet mengklaim dirinya hanya menenangkan diri jelang pelantikan Presiden-Wakil Presiden. Hal tersebut untuk menjaga kondusivitas di dalam maupun di luar Golkar.

Bamsoet pun menyebut dirinya rehat agar kubu Airlangga bisa merangkul para pendukungnya. Hanya saja, para pendukung Bamsoet justru tak mendapat posisi yang diinginkan di parlemen.

"Itulah barangkali mungkin yang membuat para pendukung saya lebih militan dan daerah-daerah melihatnya juga tidak ada niat baik merangkul semua yang sedang berkontestasi di partai Golkar," kata Bamsoet.

(Baca: Bamsoet Jadi Ketua MPR, Siasat Airlangga Pertahankan Ketum Golkar)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan