Baru Sebulan Rujuk, Garuda Pecah Kongsi dengan Sriwijaya Air?

Penulis: Martha Ruth Thertina

7/11/2019, 13.03 WIB

Beredar pernyataan tertulis atas nama direktur Garuda yang berisi pengumuman bahwa kerja sama manajemen antar kedua grup maskapai tidak berlanjut.

Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, Sriwijaya Garuda
www.facebook.com/SriwijayaAir

Kerja sama manajemen (KSM) antara Grup Garuda Indonesia dan Grup Sriwijaya Air dikabarkan bermasalah lagi. Kabar ini mencuat setelah beredarnya pernyataan tertulis yang mengatasnamakan Direktur Garuda Indonesia Iwan Joeniarto. Isinya, pengumuman bahwa Sriwijaya bukan lagi bagian dari Garuda.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Citilink Indonesia yang merupakan anak usaha Garuda dan Grup Sriwijaya belum sepakat terkait beberapa hal. “Dikarenakan beberapa kondisi dan hal di mana kedua pihak belum juga bisa sepakat. Dengan berat hati kami menyampaikan bahwa Sriwijaya melanjutkan bisnisnya sendiri,” demikian tertulis.

(Baca: Garuda Raup Laba Bersih Rp 1,72 Triliun hingga September 2019)

Seiring KSM yang kandas tersebut, maka Sriwijaya bukan lagi bagian dari Grup Garuda. “Hubungan antara Grup Garuda Indonesia dan Grup Sriwijaya Air akan dilanjutkan dalam basis business-to-business,”demikian tertulis.

Katadata.co.id masih mencoba mengonfirmasi surat tersebut kepada juru bicara Garuda dan Sriwijaya, namun belum ada respons. Hingga saat berita ini ditulis, Vice President Corporate Communication Sriwijaya Air Retri Maya dan Vice President Secretary Communication Garuda Indonesia Ikhsan Rosan belum menjawab pesan singkat dan telepon.

Selama ini, Grup Garuda dan Sriwijaya menjalin KSM dalam rangka restrukturisasi utang Sriwijaya. Sebelum beredarnya informasi pecah kongsi, KSM sempat terancam kandas beberapa waktu lalu setelah kedua belah pihak terlibat sengketa dipicu perombakan direksi Sriwijaya Air.

(Baca: Rujuk Lagi, Menimbang Untung-Rugi Kerja Sama Garuda-Sriwijaya)

Dewan Komisaris Sriwijaya disebut melakukan perombakan direksi secara sepihak pada September lalu. Padahal, sesuai KSM, Grup Garuda sejatinya dilibatkan. Masalah ini pun sempat berujung pada gugatan wanprestasi dari Citilink kepada Sriwijaya.

Namun, sebulan lalu, tepatnya awal Oktober, kedua belah pihak menyatakan akan melanjutkan KSM. Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra pun mengatakan pihaknya telah meminta kepada Citilink untuk mencabut gugatan kepada Sriwijaya.

(Baca: Restrukturisasi Merpati Masuk Babak Baru, Akan Libatkan Kim Johanes?)

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan