Seluruh Indeks Sektoral Memerah, IHSG Anjlok 1,32% di Sesi I

Penulis: Happy Fajrian

7/11/2019, 13.44 WIB

Koreksi IHSG dipimpin oleh sektor aneka industri, keuangan, pertambangan, dan konsumer. Investor asing juga membukukan net sell Rp 570 miliar.

ihsg sesi I, ihsg hari ini,
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. Seluruh indeks sektoral memerah, IHSG pada sesi I Kamis (7/11) amblas 1,32% ke level 6.135,32.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok 82,22 poin atau 1,32% pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Kamis (7/11). Seluruh indeks sektoral terkoreksi yang dipimpin oleh sektor aneka industri, keuangan, tambang, dan konsumer.

Sektor aneka industri anjlok 1,94%, keuangan 1,79%, konsumer 1,55%, tambang 1,60%. Selain itu sektor infrastruktur juga turun cukup dalam sebesar 1,33% diikuti perdagangan turun 0,91%, pertanian 0,80%, properti 0,28%, dan industri dasar 0,15%.

Dari sektor konsumer beberapa saham top loser di antaranya Kimia Farma Tbk (KAEF) yang turun 5,95%, HM. Sampoerna Tbk (HMSP) turun 3,36%, Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 3,15%, Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun 1,11%, serta Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 0,46%.

(Baca: IHSG Berpotensi Bergerak Fluktuatif Jelang Rilis Cadangan Devisa RI)

Sementara dari sektor keuangan, saham-saham bank kelas kakap berguguran seperti Bank Permata Tbk (BNLI) yang amblas hingga 11,23%, Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 4,57%, Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 2,33%, serta Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 1,79%.

Sedangkan dari sektor tambang koreksi terbesar dialami oleh Bukit Asam Tbk (PTBA) yang jatuh 4,88%, diikuti Indika Energy Tbk (INDY) 3,65%, Adaro Energy Tbk (ADRO) 3,60%, Vale Indonesia Tbk (INCO) 2,49%, serta Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) 2,16%.

IHSG sempat dibuka positif pada pagi ini, naik ke level 6.235,64 atau 0,29%. Namun setelah itu IHSG terus meluncur turun hingga menyentuh titik terendahnya pada sesi I di level 6.130,78 atau terkoreksi 1,39%.

(Baca: OJK Sebut Negosiasi Penjualan Saham PermataBank oleh Stanchart & Astra)

Sebanyak 296 saham terpantau turun, dan hanya 86 saham yang naik, sedangkan sisanya stagnan. Total transaksi saham tercatat hanya mencapai Rp 3,66 triliun dari 4,38 miliar saham yang ditransaksikan sebanyak 365.587 kali oleh investor.

Di sisi lain, investor asing juga turut memberi tekanan terhadap laju IHSG dengan maraknya aksi jual di pasar. Total investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham di seluruh pasar hingga Rp 570,16 miliar.

Saham BBRI menjadi sasaran jual investor asing dengan total net sell sepanjang sesi I mencapai Rp 408,7 miliar, jauh di atas saham-saham lainnya yang menjadi sasaran jual seperti Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang hanya Rp 67,4 miliar, serta Bank Central Asia Tbk (BBCA) hanya Rp 28,1 miliar.

(Baca: Transformasi ke Digital, BCA Bakal Suntik Modal Bank Royal Rp 700 M)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan