Sonoro Energi Mulai Kegiatan Operasi di Blok Selat Panjang

Penulis: Ratna Iskana

7/11/2019, 14.27 WIB

Sonoro bersama mitra juga tengah menyusun program kerja dan anggaran yang akan diajukan ke SKK Migas.

Sonoro Energy, Blok Selat Panjang
Katadata
Ilustrasi, blok migas. Sonoro Energy menyatakan mulai mengoeprasik Blok Selat Panjang.

Sonoro Energy Ltd melalui anak usahanya Zamatra Bakau Straits Ltd mulai mengoperasikan Blok Selat Panjang. Sonoro akan mengambil alih kegiatan di blok tersebut secara penuh setelah mendapatkan persetujuan program kerja dan anggaran (WP&B) dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas

Saat ini perusahaan memperkerjakan ahli teknis dan operasi untuk menganalisa data cadangan migas dari operator sebelumnya. Perusahaan yakin cadangan migas di Blok Selat Panjang bisa diproduksi mulai 2021.  

Dilansir dari website resmi Sonoro pada Kamis (7/11), perusahaan asal Kanada tersebut bahkan yakin ada tambahan potensi cadangan untuk meningkatkan produksi Blok Selat Panjang.  Oleh sebab itu, Sonoro dan mitranya menargetkan bisa memulai pengeboran secepat mungkin untuk mengaktifkan kembali sumur eksisting dan mengebor sumur baru yang dianggap memiliki potensi migas.

(Baca: Sonoro Targetkan Blok Selat Panjang Mulai Produksi pada 2021)

Blok Selat Panjang terakhir kali berproduksi pada 21 Februari 2018 sebesar 1 barel minyak per hari (BOPD). Kemudian Sonoro dan mitra mengambil alih blok tersebut melalui lelang wilayah kerja migas yang diselenggarakan tahun ini.

Sonoro dan mitranya kemudian menanandatangani kontrak bagi hasil gross split Selat Panjang pada 14 Oktober 2019 lalu dengan durasi kontrak selama 20 tahun. Sonoro yang bertindak sebagai operator memegang 25% hak partisipasi dengan opsi penambahan hingga 24%

Perusahaan memiliki kewajiban mengerjakan komitmen kerja selama lima tahun pertama dengan nilai US$ 74 juta. Kegiatan dalam komitmen kerja meliputi kegiatan G&G, Seismic 2D 500 kilometer, Seismic 3D seluas 200 kilometer persegi, dan pengeboran enam sumur. Selain itu, kontraktor wajib membayar bonus tanda tangan sebesar US$ 5 juta.

(Baca: Sonoro Berhasil Dapatkan Blok Selat Panjang)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan