Menteri ESDM Minta Pertamina Kerja Keras Tingkatkan Produksi Mahakam

Penulis: Ratna Iskana

8/11/2019, 12.19 WIB

Menteri ESDM Arifin Tasrif juga mendorong Pertamina eksplorasi Blok Mahakam secara masif. Pasalnya, SKK Migas mencatat masih ada potensi gas hingga 10 TCF.

Pekerja sedang beraktifitas pada North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam. Menteri ESDM Arifin Tasrif meminta Pertamina mengeksplorasi lebih masif blok tersebut. Pasalnya, SKK Migas mencatat masih ada potensi cadangan gas sebesar 10 TCF di B
Arief Kamaludin|KATADATA
Pekerja sedang beraktifitas pada North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam. Menteri ESDM Arifin Tasrif meminta Pertamina mengeksplorasi lebih masif blok tersebut. Pasalnya, SKK Migas mencatat masih ada potensi cadangan gas sebesar 10 TCF di Blok Mahakam.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif didampingi Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjopto mengunjungi Blok Mahakam pada Kamis (7/11). Dalam kesempatan itu, Arifin meminta Pertamina bekerja keras meningkatkan produksi Blok Mahakam.

Dilansir dari website resmi SKK Migas pada Jumat (8/11), Arifin menyampaikan harapannya agar Pertamina dapat menaikkan kapabilitas sumber daya setelah mendapatkan kepercayaan mengelola Blok Mahakam sejak 2018. Dia juga mendorong Pertamina menerapkan kegiatan eksplorasi yang lebih masif di blok tersebut.

Pasalnya, cadangan migas di Blok Mahakam masih cukup besar. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam kesempatan terpisah pernah menyatakan Blok Mahakam memiliki potensi cadangan gas hingga 10 triliun cubic feet (TCF) atau lebih 5 kali lipat cadangan eksisting.

(Baca: Lifting Migas Pertamina Belum Capai Target, Blok Mahakam yang Terendah)

Direktur Hulu Pertamina Darmawan Samsu pada kesempatan tersebut menyampaikan progress Optimasi Pengembangan Lapangana-lapangan (OPLL) Pertamina Hulu Mahakam. Salah satu yang mendapatkan perhatian Pertamina yakni strategi dan langkah-langkah untuk menekan laju penurunan produksi.

Pertamina pun berencana mengebor 257 sumur di lima lapangan antara tahun 2020-2022, dengan biaya investasi sebesar US$ 1.5 milyar. SKK Migas mencatat Pertamina mengebor 121 sumur pada tahun ini, melampaui target awal sebanyak 118 sumur.

Jumlah tersebut merupakan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, dimana pada 2012 tercatat sebanyak 105 sumur dan pada 2020 ditargetkan mengebor 257 sumur.

Pertamina juga telah menghasilkan tambahan sumur dari sumur Handil Shallow H-LB-177 yang membuat produksi Lapangan Handil naik dari rata-rata sebesar 15 ribu–16 ribu barel per hari (bph) menjadi 17 ribu bph.

Dalam kunjungan tersebut, Arifin juga didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial, Plt Dirjen Migas Djoko Siswanto, Deputy Operasi Julius Wiratno, dan Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan Sulawesi.

(Baca: Pertamina Mulai Pengadaan Rig untuk Mengebor Blok Mahakam Tahun Depan)

 

 

Sebelumnya, Pertamina Hulu Indonesia memperkirakan masih ada cadangan minyak dan gas di Blok Mahakam yang bisa diproduksi hingga 20 tahun mendatang. Adapun cadangan minyak mencapai 57 juta barel minyak (Million Barel Oil/MMBO) dan gas sebesar 4,9 triliun standar kaki kubik (Triliun Standard Cubic Feet/TSCF) dengan upside potensial gas sebesar 756,95 Bscfg dan minyak 12,6 MMBLS. Berikut grafik Databoks tentang cadangan migas di Blok Mahakam :

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan