Surya Paloh Bantah Reaktif Tanggapi Candaan Jokowi

Penulis: Ratna Iskana

9/11/2019, 16.55 WIB

Surya Paloh juga meminta partai politik koalisi tak curiga terhadap langkah Partai NasDem berkomunikasi dengan partai oposisi.

Partai Nasdem, Surya Paloh, Jokowi
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan sambutan saat pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo, Jakarta, Jumat (8/11/2019). Paloh membantah reaktif menanggapi candaan Presiden Jokowi.

Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh membantah reaktif menanggapi candaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pertemuan dirinya dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Presiden Jokowi dalam acara HUT Partai Golkar pada Rabu (6/11) memang sempat bercanda terkait suasana hati Paloh yang gembira saat bertemu Sohibul.

"Tidak mungkin kami reaktif dengan pernyataan Jokowi. Kami menawarkan alternatif pikiran-pikiran yang menjadi bahan referensi baru," kata Paloh di sela-sela acara Kongres II Partai Nasdem di Jakarta seperti dikutip dari Antara pada Sabtu (9/11).

Lebih lanjut Paloh meminta partai politik lain tidak curiga atas langkah silaturahim dengan Presiden PKS. Menurutnya, silahturahmi tersebut didasarkan pada niat yang baik.

Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani juga menilai komunikasi politik partainya dengan partai oposisi tidak patut dicurigai. Menurutnya, Partai NasDem harus membangun komunikasi bukan hanya dengan partai koalisi, tetapi juga dengan partai oposisi demi terjaganya mekanisme "check and balance".

(Baca: Gerindra Tak Masalah Anies Didekati Partai Lain untuk Pilpres 2024)

Dia menegaskan pertemuan Paloh dengan beberapa pimpinan partai polikik seperti PKS jangan dicerminkan seolah-olah ingin membangun poros baru.

"NasDem mendukung Jokowi tidak berhenti sampai dengan pembagian kursi kabinet saja, namun jadi tanggung jawab kami itu sampai dengan 2024," kata Irma.

Lebih lanjut dia mengatakan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 baru saja usai dan tidak mungkin Partai NasDem yang mendukung Presiden Jokowi tanpa mahar mau meninggalkan koalisi begitu saja.

"Tidak mungkin kami meninggalkan apa yang sudah kami menangkan begitu saja. Itu pekerjaan sia-sia dan tidak mungkin kami lakukan," ujar Irma.

(Baca: Pidato di Kongres Nasdem, Anies Bahas Persatuan di DKI dan Ketimpangan)

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan