Penjualan Turun, Pertumbuhan Pendapatan Indocement Ditopang Dua Faktor

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Martha Ruth Thertina

14/11/2019, 13.14 WIB

Analis melihat masih ada kesenjangan yang lebar antara pasokan dan permintaan semen di pasar domestik.

Indocement, Penjualan Semen 2019
Indocement KATADATA|Arief Kamaludin
Semen produksi Indocement.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 11,3 triliun pada sembilan bulan 2019. Perolehan ini naik 5,3% dari periode sama tahun lalu. Kenaikan laba terjadi di tengah turunnya penjualan.

Penjualan Indocement sepanjang sembilan bulan 2019 turun 1,9% dibandingkan periode sama tahun lalu. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimin Halimin mengatakan Indocement tertolong oleh kenaikan harga produk dan margin laba di tengah penjualan yang melemah.

Perusahaan mencatat harga jual rata-rata domestik naik 8% secara tahunan. Sedangkan, “Margin laba meningkat karena harga batu bara yang lebih rendah dan efisiensi operasional,” kata dia dalam analisis tertulisnya, Kamis (14/11).

(Baca: Pembangunan Properti Lesu, Penjualan Semen Turun Drastis)

Sejumlah perusahaan memang meraup untung dari lemahnya harga batu bara yang terus merosot. Pada November ini, harga batu bara acuan untuk kalori 6.322 tercatat US$ 66,27 per ton, turun US$ 26,14 per ton dari posisi Januari US$ 92,41 per ton.

Adapun penurunan penjualan Indocement seiring pelemahan permintaan dari masyarakat. Konsumsi semen di Jawa tercatat turun 1%, sedangkan di luar Jawa turun 2%. Tahun depan, perusahaan melihat potensi perbaikan kinerja penjualan seiring perbaikan konsumsi.

Perusahaan memproyeksikan pertumbuhan penjualan semen secara industri akan naik 3-4% tahun depan. “Mengingat konsumsi semen yang rendah pada 2019, kami berpikir bahwa outlook pertumbuhan tersebut bisa dibilang lebih moderat daripada optimis,” kata Halimin.

Adapun konsumsi semen dalam negeri tercatat Rp 45,75 juta ton per September. Sedangkan total kapasitas industri semen dalam negeri diperkirakan 114,8 juta ton untuk tahun 2019. Halimin menilai hal ini menyiratkan kesenjangan yang masih lebar antara pasokan dan permintaan di pasar.

Seiring kinerja pendapatan yang positif sepanjang sembilan bulan 2019, Indocement mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,17 triliun, melonjak 90,35% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan