BI: Jumlah Wisatawan Muslim di Dunia Capai 158 Juta Orang Tahun Depan

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Agustiyanti

16/11/2019, 21.56 WIB

BI menilai pengembangan wisata halal dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi.

Pengunjung menikmati panorama pantai wisata Jumiang di Desa Tanjung, Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (12/11/2019). Pantai Jumiang, destinasi wisata yang selalu ramai pengunjung terutama saat musim libur itu, terus dibenahi dan diharapkan dapat meningkatkan
ANTARA FOTO/Saiful Bahri
Ilustrasi. Jumlah wisatawan muslim di dunia mencapai 140 juta orang pada 2018.

Bank Indonesia (BI) menilai pengembangan wisata halal dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi. Apalagi, jumlah wisatawan muslim diproyeksi mencapai 158 juta orang pada tahun depan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menjelaskan, Indonesia bersama Malaysia saat ini menempat posisi teratas untuk destinasi wisata halal terbaik. Adapun jumlah wisatawan muslim tahun lalu mencapai 140 juta orang dengan nilai belanja mencapai US$ 35 miliar. 

"Pengembangan wisata halal sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia," ujar Dody dikutip dari laman resmi BI, Sabtu (16/11).

(Baca: Ma'ruf Amin: Jangan Hanya Jadi Negara Tukang Stempel Produk Halal)

Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Ekonomi dan Kawasan Kreatif Anang Sutono menyebut, pihaknya saat ini tengah menyusun strategi pengembangan industri pariwisata halal di Indonesia. Ia menekankan pengembangan wisata halal dilakukan untuk memberi kenyamanan wisatawan muslim beribadah, bukan membatasi wisatawan nonmuslim. 

"Bagi wisatawan nonmuslim, wisata halal diharapkan tetap memberikan layanan yang aman dan nyaman," terang dia. 

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari-September 2019 mencapai 12,27 juta kunjungan. Jumlah ini baru mencapai 68% dari target yang dicanangkan pemerintah sebanyak 18 juta kunjungan.

(Baca: Ikatan Saudagar Muslim Usul Buat Kawasan Ekonomi Khusus Halal di Aceh )

Kunjungan wisman terbanyak berasal dari Malaysia mencapai 2,24 juta kunjungan, disusul Tiongkok mencapai 1,61 juta, Singapura 1,4 juta kunjungan, dan Australia 1,01 kunjungan.

Dalam lima tahun terakhir (2014-2018) rata-rata pertumbuhan kunjungan wisman mencapai 14% per tahun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan kunjungan wisman pada periode 2009-2013 yang sebesar 9% per tahun seperti tergambar dalam databoks di bawah ini.

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan