AS-Tiongkok Siap Berunding, Harga Minyak Awal Pekan Terkerek Naik

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ameidyo Daud

18/11/2019, 10.13 WIB

Harga minyak jenis Brent naik 0,06% jadi US$ 63,32 per barel. Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik jadi US$ 57,79.

Tampak area Refinery Unit V Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur (22/7). Saat ini Kilang Balikpapan berkapasitas minyak mentah 260 MBSPD akan ditingkatkan menjadi 360 MBSPD dengan adanya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi fasilitas pengolahan minyak. Harga minyak mentah dunia pada perdagangan Senin (18/11) WIB masih mengalami kenaikan di tengah di tengah rencana kesepakatan dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Harga minyak mentah dunia pada perdagangan Senin (18/11) WIB masih mengalami kenaikan di tengah di tengah rencana kesepakatan dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Dilansir dari Bloomberg, harga minyak jenis Brent naik 0,06%menjadi US$ 63,32 per barel. Sedangkan, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) juga naik jadi US$ 57,79 per barel  atau naik 0,12% dari penutupan sebelumnya.

"Pialang fokus pada perkembangan perdagangan AS-Tiongkok di mana optimisme terus meningkat," kata Stephen Innes, ahli strategi pasar di AxiTrader dikutip dari Reuters, Senin (18/11).

(Baca: Harga Minyak Naik Ditopang Harapan Pemangkasan Produksi OPEC)

Perang dagang yang berlangsung selama 16 bulan antara dua ekonomi terbesar dunia telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi global melambat. Hal itu mendorong sejumlah analis memangkas perkiraan permintaan minyak dan serta meningkatkan kekhawatiran pasokan berlebih tahun depan.

Namun media pemerintah Tiongkok yakni Xinhua melaporkan, Washington dengan Beijing telah membicarakan hal konstruktif tentang perdagangan dalam panggilan telepon tingkat tinggi pada Sabtu (16/11) lalu. Sedangkan penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow menyatakan pada Kamis (14/11) lalu bahwa kesepakatan dagang kedua negara semakin dekat.

Meski demikian, tekanan terhadap harga bisa muncul dari laporan bulanan pasokan minyak dari Energy Information Administration (EIA) jelang akhir pekan lalu.  Dalam laporan tersebut, pertumbuhan pasokan dari negara non-OPEC diproyeksikan tumbuh dari 1,8 juta barel per hari (bph) jadi 2,3 juta bph.

(Baca: Harga Minyak Melambung 0,75% Dipicu Pernyataan Soal Prospek Ekonomi AS)

Data juga menunjukan stok minyak mentah mingguan AS tumbuh sebesar 2,2 juta barel. EIA mengatakan, jumlah ini melebihi perkiraan kenaikan 1,649 juta barel oleh analis dalam jajak pendapat Reuters.

 

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan