Jadikan Ibu Kota Baru Ikon Dunia, Pemerintah Permak Teluk Balikpapan

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ratna Iskana

18/11/2019, 21.05 WIB

Kepala Bappenas Suharso Monoarfa juga menyebut desain istana negara di ibu kota baru akan menggunakan ciri khas Indonesia.

Bappenas, ibu kota baru
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Bappenas ingin menjadikan ibu kota baru sebagai ikon dunia. Salah satu caranya dengan mempercantik Teluk Balikpapan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan pemerintah bakal menjadikan ibu kota baru Indonesia di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sebagai ikon dunia. Salah satu caranya dengan mempercantik kawasan Teluk Balikpapan.

Teluk Balikpapan dipilih karena Indonesia merupakan negara maritim. "Untuk menunjukkan bahwa kita ini negara maritim, negara kepulauan, tentu laut yang indah, yang masuk ke teluk itu kan luar biasa bagusnya," kata Suharso di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/11).

Selain mempercantik Teluk Balikpapan, pemerintah akan mendesain Istana Kepresidenan di ibu kota baru dengan ciri khas Indonesia. Hal tersebut berbeda dengan desain Istana Negara yang ada di Jakarta yang mengadopsi model kolonial.

"Kalau ini kan peninggalan kolonial, barok dan rokoko (gaya arsitektur khas Eropa) ada di sini. Mungkin khas Indonesia akan berbeda," kata Suharso.

(Baca: Aturan Pindah Ibu Kota Bakal Gunakan Skema Omnibus Law)

Tak hanya itu, pemerintah akan membuat ibu kota baru Indonesia menjadi kota pintar (smart city) dengan mendorong pemakaian teknologi paling baru. Pemerintah juga akan mendorong tata kelola pemerintahan dan perkantoran yang padat teknologi (smart government dan smart office). Sehingga pola kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di ibu kota baru akan berbeda.

Para ASN, kata Suharso, bisa bekerja tanpa perlu berada di kantor. "Anak-anak muda ini kan lebih senang pekerjaan yang sifatnya working vacation. Sambil kerja ya liburan. Tapi yang penting goals-nya, objektifnya tercapai, yang penting di-deliver," ucapnya.

Pembangunan ibu kota baru rencananya dimulai pada akhir 2020 atau awal 2021. Pembangunan dan pemindahan ibu kota akan dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama meliputi pembangunan lahan seluas 6.000 hektare (ha) di Penajam Paser Utara. Di sana akan dibangun distrik pemerintahan yang diharapkan rampung pada 2024 mendatang. Istana Presiden dan masjid akan menjadi bangunan pertama pemerintahan yang akan berdiri di Penajam Paser Utara.

Selanjutnya, tahap kedua meliputi pembangunan berbagai sarana pendukung aktivitas ibu kota baru tersebut. Lokasinya di Kabupaten Kutai dengan luas lahan 40 ribu ha. Lahan tersebut juga meliputi kawasan Bukit Soeharto.

(Baca: Bappenas Target Badan Otorita Pemindahan Ibu Kota Terbentuk Desember)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan