Mangkir Dua Kali dari KPK, Dirut Jasa Marga Disurati Kementerian BUMN

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Martha Ruth Thertina

19/11/2019, 21.15 WIB

Dirut Jasa Marga dipanggil sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi di Waskita Karya. Ia dipanggil dalam kapasitasnya dulu sebagai pejabat di Waskita.

BUMN, KPK, Dirut Jasa Marga KPK, Dirut Jasa Marga Korupsi
KATADATA/Arief Kamaludin
Gedung Waskita di Jakarta, Selasa (06/01).

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyurati Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani agar segera memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Desi telah dua kali mangkir dari panggilan KPK terkait kasus dugaan korupsi di PT Waskita Karya.

Informasi mengenai surat tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. "KPK mengirim surat ke kami. Kami sudah kirim surat ke Jasa Marga untuk secepatnya memenuhi panggilan," kata dia, saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Selasa (19/11).

Ia mengaku tidak tahu alasan Desi mangkir dari panggilan KPK. "Kalau mangkir urusan hukum bukan urusan kami," ujarnya. Pada pemanggilan pertama, 28 Oktober 2019, Desi tidak hadir dengan alasan sedang bertugas di Semarang. Desi kemudian tidak hadir lagi pada pemanggilan tanggal 11 November 2019.

(Baca: Erick Thohir Geser Eselon I Jadi Bos Hutama Karya hingga Pelindo II)

KPK memanggil Desi sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi terkait pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh Waskita Karya. Desi dipanggil terkait posisinya dulu yaitu Kepala Divisi III Waskita Karya. Ia menjadi saksi untuk tersangka Kepala Divisi II Waskita Karya FR.

Antara memberitakan, 14 proyek yang dimaksud antara lain proyek Normalisasi Kali Bekasi Hilir, Bekasi, Jawa Barat, proyek Banjir Kanal Timur (BKT) Paket 22, Jakarta, proyek Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, proyek Bendungan Jati Gede, Sumedang, Jawa Barat, proyek Normalisasi Kali Pesanggrahan Paket 1, Jakarta, proyek PLTA Genyem, Papua, dan proyek Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi 1, Jawa Barat.

Selanjutnya, proyek "fly over" Tubagus Angke, Jakarta, proyek "fly over" Merak-Balaraja, Banten, proyek Jalan Layang Non Tol Antasari-Blok M (Paket Lapangan Mabak), Jakarta, proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) seksi W 1, Jakarta, proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 2, Bali, proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 4, Bali, proyek Jembatan Aji Tulur-Jejangkat, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan