Jokowi Curhat Ditegur PBB dan IMF Karena Banyak Manfaatkan Batu Bara

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Martha Ruth Thertina

20/11/2019, 22.25 WIB

Jokowi mengatakan dunia sudah menuju kepada pemanfaatan energi yang ramah lingkungan. Pengusaha batu bara diminta bersiap menghadapi perubahan.

Jokowi, Batu Bara, Energi Baru dan Terbarukan, IMF, Indonesian Mining Awards 2019
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato usai menerima penghargaan dari Indonesian Mining Association (IMA) dalam acara Indonesian Mining Awards 2019 di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Presiden Jokowi menceritakan pengalamannya ditegur oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Managing Director IMF Kristalina Georgieva karena Indonesia masih banyak memanfaatkan batu bara untuk pembangkit listrik. Jokowi menyampaikan pengalamannya tersebut dalam acara Indonesian Mining Awards 2019.

Jokowi mengatakan, dirinya sempat bertemu Guterres saat menghadiri KTT Asean di Bangkok, Thailand. Ketika itu, Guterres meminta agar Jokowi hati-hati dengan urusan pertambangan, khususnya batu bara. "Dia mengajak saya agar Indonesia mulai mengurangi penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik," kata dia dalam pidato pada acara Indonesian Mining Awards 2019 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (20/11)

(Baca: Jokowi dan 23 Perusahaan Dapat Penghargaan Pertambangan)

Beberapa waktu setelahnya, Jokowi bertemu dengan Kristalina. Jokowi tak menyangka Kristalina menyampaikan hal yang sama dengan Guterres. Kristalina meminta Jokowi berhati-hati atas penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik. "Yang saya kaget, kok mengatakan hal yang sama," kata dia.

Kepada Guterres dan Kristalina, Jokowi lantas menjawab bahwa Indonesia sampai saat ini masih membutuhkan batu bara untuk pembangkit listrik. Menurut Kepala Negara, Indonesia sudah berupaya untuk memanfaatkan energi baru dan terbarukan (EBT).

Hal itu di antaranya terlihat dari keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap, Jeneponto yang memanfaatkan angin. Indonesia juga sudah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Mamberamo, Papua dan Sungai Kayan, Kalimantan Utara.

(Baca: Pertamina Klaim Miliki Kapasitas Panas Bumi Terbesar Keenam di Dunia)

Indonesia juga berupaya memanfaatkan tenaga panas bumi (geothermal) untuk pembangkit listrik. Hanya saja, hal tersebut masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. "Karena memang untuk mengubah langsung, mengganti langsung, saya kira kita perlu tahapan. Saya sampaikan seperti itu," kata Jokowi.

Dari pengalamannya tersebut, Jokowi menilai dunia saat ini sudah menuju kepada pemanfaatan energi yang ramah lingkungan ketimbang menggunakan batu bara. Dia pun mengingatkan para pengusaha tambang yang tergabung dalam Indonesian Mining Association (IMA) untuk bersiap atas perubahan tersebut. "Semua harus mulai siap-siap dan hati-hati," ucapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan