Pertamina Hulu Energi Targetkan Investasi Migas Tahun Depan Rp 7,6 T

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Happy Fajrian

2/12/2019, 19.57 WIB

Pertamina hulu energi akan mengebor total 107 sumur tahun depan dengan target produksi minyak 84 ribu bopd dan gas 822 MMscfd.

pertamina hulu energi, investasi migas
Pertamina Hulu Energi
Ilustrasi blok migas yang dikelola oleh Pertamina Hulu Energi. Anak usaha Pertamina (Persero) ini menargetkan investasi di 2020 sebesar US$ 543 juta atau Rp 7,6 triliun.

Pertamina Hulu Energi (PHE) menargetkan investasi migas tahun depan sebesar US$ 543 juta atau Rp 7,6 triliun (kurs Rp 14.100/US$). Target tersebut lebih besar dibanding target tahun ini sebesar US$ 366 juta atau sekitar Rp 5,2 triliun.

Direktur Utama PHE Meidawati mengatakan bahwa investasi tersebut untuk membiayai serangkaian kegiatan pengeboran pada 2020 yang meliputi enam sumur eksplorasi, 51 sumur pengembangan, dan 50 sumur kerja ulang (work over).

"Fluktuasi harga minyak diprediksi akan membuat supply lebih besar daripada permintaan. Kemudian perubahan pasar gas/LNG juga berpotensi menurunkan harga gas secara global," kata Meidawati kepada Katadata.co.id, Senin (2/12).

Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PHE tahun depan juga menetapkan target produksi minyak siap jual atau lifting sebesar 84 ribu barel minyak per hari (bopd) dan 822 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) gas.

(Baca: Banyak Kendala, PHE Turunkan Target Investasi Menjadi US$ 366 Juta)

Sementara itu, hingga menjelang tutup tahun 2019 produksi minyak PHE diproyeksikan mencapai 78 ribu bopd sedangkan  gas sebesar 802 MMscfd yang siap jual. Kemudian perusahaan merealisasikan pengeboran lima sumur eksplorasi, 43 sumur pengembangan, dan 47 sumur work over.

Sebelumnya, Meidawati mengaku terpaksa merevisi target investasi di tahun ini karena menghadapi beberapa kendala mengenai pengeboran sumur migas. Salah satunya terkait keterbatasan rig untuk pengeboran sumur.

Perusahaan pun harus mengubah rencana pengeboran sumur menjadi reparasi sumur atau kerja ulang pindah lapisan (KUPL) yang akhirnya berpengaruh pada capaian investasi tahun ini. Adapun target investasi anak usaha Pertamina (Persero) tersebut tahun direvisi ke bawah dari target sebelumnya sebesar US$ 445 juta.

(Baca: Susah Dapat Rig, Realisasi Investasi Pertamina Hingga Mei US$ 97 Juta)

 

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan