Gandeng Mitra Driver Tuli, Grab Klaim Tak Pernah Alami Kecelakaan

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Happy Fajrian

3/12/2019, 20.25 WIB

Grab menerapkan standar yang sama dalam merekrut driver tuli dan mengembangkan sejumlah fitur khusus lainnya.

grab, driver tuli, kecelakaan
ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Grab menjalin kerja sama dengan mitra driver tuli dan mengklaim mitra driver tuli tersebut memiliki catatan keselamatan yang sempurna alias tak pernah kecelakaan.

Perusahaan layanan on demand Grab meluncurkan program Mendobrak Sunyi, guna mendorong peluang pendapatan bagi para mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike yang tuli pada September 2019.

Kendati bermitra dengan mitra difabel, data internal perusahaan menunjukkan bahwa mitra pengemudi difabel memiliki catatan keselamatan berkendara yang sempurna, alias tidak pernah mengalami kecelakaan saat melayani pelanggan.

Hingga saat ini ada lebih dari 90 mitra driver tuli Grab yang beroperasi di wilayah Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya. Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenandi mengatakan capaian tersebut merupakan buah dari berbagai upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk menjamin keselamatan layanan Grab.

"Keselamatan dengan para mitra driver tuli itu 100% alias 0 insiden. Layanan Grab dijamin aman karena para mitra driver telah melalui proses rekrutmen yang ketat," ujar Neneng saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/12).

(Baca: Grab dan Gojek Tanggapi Prank Order Fiktif Ojek Online oleh YouTuber)

Dia menjelaskan bahwa proses rekrutmen mitra driver tuli sama seperti yang diterapkan kepada mitra driver lainnya yakni memiliki surat izin mengemudi (SIM), surat berkelakuan baik alias Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), dan dokumen lainnya.

Kendati demikian Grab menambahkan teks terjemahan (subtitles) pada materi video pendaftaran dan pelatihan bagi mitra driver tuli, serta melatih tim layanan pelanggan Grab dengan kemampuan bahasa isyarat Indonesia (Bisindo) dasar untuk membantu mereka selama proses rekrumen tersebut.

Selain itu, Grab juga telah mengembangkan sejumlah fitur khusus bagi para mitra driver tuli seperti fitur live chat agar mitra bisa mendapat bantuan langsung dari perusahaan, fitur notifikasi pesan otomatis kepada penumpang untuk memberi tahu bahwa driver-nya tuli, serta kartu komunikasi khusus untuk memudahkan penumpang berkomunikasi dengan driver. 

Neneng mengatakan bahwa Grab memiliki prinsip bahwa tiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan penghasilan. Inisiatif program tersebut merupakan bagian dari komitmen GrabforGood untuk membuat platform Grab lebih inklusif dan dapat diakses oleh semua orang.

(Baca: Viral Konsumen Memarahi Pengemudi Ojek Online, Begini Tanggapan Grab)

Tak hanya itu, Neneng mengatakan bahwa sebelumnya perusahaan juga telah meluncurkan GrabGerak yakni layanan transportasi untuk penumpang dengan kebutuhan mobilitas khusus. Layanan itu, mulai dari layanan untuk melipat kursi roda, memasukkan tongkat, hingga menggendong penumpang difabel.

Sehingga, para mitra driver-nya juga diberikan pelatihan khusus terlebih dahulu untuk menangani mereka. "Karena tidak semua (penumpang difabel) ingin dibantu, mereka harus ditanya dahulu. Lalu bagaimana cara melipat kursi roda, itu pun ada caranya," ujarnya. 

Neneng enggan menyebut berapa jumlah mitra driver layanan GrabGerak hingga saat ini. Namun, perusahaan menargetkan untuk menjangkau lebih dari 2.000 mitra di wilayah Jakarta, Yogyakarta, Semarang, dan Medan sampai akhir tahun ini.

"Selain itu, kami juga akan bermitra dengan lebih dari 17 rumah sakit, mall, dan pusat rekreasi untuk mendukung kebutuhan mobilitas para penyandang disabilitas," ujarnya.

(Baca: Grab Perketat Aturan GrabWheels, Siapkan Sanksi Bagi Pelanggar)

Perlu diketahui, Grab juga menjalin kerja sama dengan Jangkau, sebuah platform online nirlaba yang mengumpulkan dana untuk membantu memenuhi kebutuhan aksesibilitas manula dan anak-anak.

Kolaborasi itu, membuat pengguna Grab dapat menukarkan poin GrabRewards mereka dan menyumbang ke Jangkau untuk membelikan kursi roda, tongkat, dan perangkat aksesibilitas Iainnya. Mereka dapat menyumbangkan Rp 5 ribu untuk setiap 200 poin GrabRewards yang ditukarkan dan kelipatannya.

Selain itu, perusahaan juga berkolaborasi dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), sebuah organisasi yang memayungi beragam asosiasi sosial disabilitas di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, pengguna Grab juga dapat melakukan donasi selama 5 minggu untuk mendukung berbagai kegiatan organisasi tersebut.

(Baca: Grab Buka Suara soal Pengguna Grabwheels Tewas Tertabrak Mobil)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan