Wamendag Beri Tujuh Tips Cegah Penipuan Komoditas Berjangka

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Ameidyo Daud

5/12/2019, 21.27 WIB

Pada Januari hingga Oktober 2019 transaksi perdagangan berjangka komoditi meningkat 27,06% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

komoditi berjangka, penipuan investasi, wamen perdagangan
123RF.com/Piotr Pawinski
Ilustrasi logam timah. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengingatkan calon investor melakukan tujuh langkah sebelum berinvestasi di bidang komoditi berjangka.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengingatkan calon investor melakukan tujuh langkah sebelum berinvestasi di bidang komoditi berjangka. Ini agar tak ada penipuan yang terjadi dari  transaksi sektor tersebut.

Jerry mengatakan tujuh langkah itu adalah mempelajari latar belakang perusahaan, mempelajari transaksi dan penyelesaian perselisihan, mengetahui kontrak berjangka komoditi yang dijual, serta tidak percaya dengan janji keuntungan tinggi.

Selain itu investor perlu mempelajari wakil pialang berjangka yang berizin di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), mengetahui dokumen perjanjian, dan tahu potensi risiko investasi.

“Saya mengimbau masyarakat dan calon investor hati-hati,” kata Jerry di Jakarta, Kamis (5/12).

(Baca: Peluang Investasi Emas Digital dan Aturan Mainnya di Bappebti)

Untuk memberikan rasa aman bagi investor, Kemendag juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta penyedia layanan domain untuk memblokir situs pelaku usaha perdagangan komoditi ilegal. 

Selain itu Bappebti juga menggandeng Satuan Tugas Waspada Investasi yang terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan Polri untuk menghentikan kegiatan investasi berjangka komoditas abal-abal. Ini termasuk seminar atau promosi yang diadakan pelaku ilegal.

“Ini dilakukan untuk memberikan kepastian hukum dan kepastian berusaha kepada nasabah dan stakeholder di industri,” kata

Jerry mengatakan imbauan tersebut penting karena semakin banyak investor masuk industri perdagangan berjangka komoditi (PBK). Pada Januari hingga Oktober 2019 transaksi PBK meningkat 27,06% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Sedangkan pada 2018 volume transaksi perdagangan berjangka meningkat sebesar 25,20% dibandingkan tahun 2017," kata Jerry.

(Baca: Lima Langkah Memulai Investasi bagi Milenial)

Salah satu komoditi yang menunjukkan tren positif tahun ini adalah fisik timah murni batangan. Usai peluncuran tanggal 25 Agustus 2019 lalu, nilai perdagangannya terus meningkat dan saat ini mencapai US$ 261,5 juta atau sekitar Rp 3,7 triliun. 

 

 

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan