Resah dengan Waralaba Asing di Rest Area, Jokowi Minta Utamakan UMKM

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Happy Fajrian

9/12/2019, 18.53 WIB

Jokowi menilai kualitas UMKM tidak kalah dari waralaba asing dengan harga yang lebih terjangkau.

jokowi, umkm,
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Ma'ruf Amin, memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/12/2019). Jokowi ingin UMKM masuk ke sentra-sentra ekonomi di kawasan infrastruktur baru agar dapat lebih berkembang.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat masuk ke sentra-sentra ekonomi di kawasan infrastruktur baru yang telah dibangun pemerintah untuk dapat mendorong pengembangan UMKM lebih baik lagi.

“Misal rest area di jalan tol, isi dengan produk-produk brand lokal,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/12).

Menurut Jokowi, selama ini rest area di jalan tol lebih banyak diisi oleh produk-produk waralaba impor. Jarang sekali ada produk dari UMKM yang bisa mendapatkan tempat berjualan di rest area. Padahal, Jokowi menilai sudah banyak produk UMKM yang kualitasnya sudah setara dengan produk-produk waralaba impor.

(Baca: Jokowi Tegur Bank BUMN yang Masih Meminta Agunan dalam Penyaluran KUR )

“Ayam lokal banyak sekarang. Kopi lokal yang bagus juga banyak sekarang ini. Rasanya tidak kalah, sepertiga lebih murah. Kok yang dipasang itu-itu saja,” ucap Jokowi.

Menurut Jokowi, pemerintah dapat mendorong UMKM masuk ke berbagai rest area di Tol Trans Sumatera yang sedang dibangun. Pemerintah pun bisa mendorong UMKM masuk ke berbagai rest area di Tol Trans Jawa.

Lebih lanjut, Jokowi meminta agar produk-produk UMKM dapat diberikan ruang untuk masuk ke lima destinasi wisata prioritas. Kelima destinasi itu, yakni Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur, Danau Toba, dan Manado. “Disiapkan dari sekarang, sehingga saat barang jadi, mereka sudah bisa masuk juga,” kata Jokowi.

(Baca: Permintaan Korporasi Masih Lemah, Bank Andalkan Kredit UMKM pada 2020)

Jokowi juga meminta agar UMKM banyak dilibatkan mengisi rantai pasok produksi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di sektor konstruksi, otomotif, dan telekomunikasi. Dia pun meminta agar tiap kementerian merancang skema yang mampu mendorong keterlibatan UMKM dalam penyediaan barang dan jasa.

Selain itu, Kepala Negara meminta pendampingan terhadap UMKM ditingkatkan. Pendampingan itu dapat mencakup masalah akses sumber pembiayaan, kemampuan manajerial, hingga urusan penamaan dan pengemasan.

“Termasuk melatih bagaimana menyambung dari offline ke online dan mengintegrasikan UMKM kita dengan supply chain, baik nasional maupun global,” kata Jokowi.

(Baca: Tak Tepat Sasaran, Jokowi Minta Penyaluran KUR Produktif Ditingkatkan)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan