Fintech Akulaku Bakal Beri Pinjaman untuk UMKM Awal Tahun Depan

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Desy Setyowati

10/12/2019, 19.49 WIB

Fintech lending Akulaku menargetkan bisa menyalurkan pinjaman Rp 6 triliun tahun depan.

fintech lending Akulaku Finance bakal memberikan pinjaman ke UMKM pada awal tahun depan
Instagram/@akulaku_id
Ilustrasi, Director of Corporate Affairs and Public Relations Akulaku Indonesia Anggie Setia Ariningsih (paling kanan).

Perusahaan teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) Akulaku Finance bakal memberikan pinjaman ke Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Kuartal I 2020. Dengan begitu, Akulaku mulai merambah ke pembiayaan bersifat produktif.

Pada tahap awal, pinjaman untuk UMKM ini baru akan diterapkan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). “Januari kami berharap bisa kami menjalankan (layanan ini)," kata Direktur Utama Akulaku Finance Elfrinal Sinaga di Jakarta, hari ini (10/12).

Elfrina mengatakan, pembiayaan ke sektor produktif seperti UMKM potensinya besar. Apalagi, ada sekitar 120 ribu pedagang online di platform Akulaku. Perusahaan pun memiliki data para mitra pedagang mulai dari transaksi, pelacakan biaya modal hingga volume penjualan.

Namun, Akulaku menegaskan tak hanya akan memprioritaskan pedagang online di platform-nya. Perusahaan bakal menggandeng beberapa e-commerce seperti Bukalapak, Shopee, dan Blibli.

(Baca: Akulaku & Kredivo Fintech Lending yang Paling Banyak Digunakan di 2019)

Saat ini, perusahaan menguji coba layanan pembiayaan produktif tersebut. "Kalau piloting lancar, kami bakal memperluas ke luar Jawa karena pertumbuhan (pembiayaan) tinggi, terutama Sumatera dan Sulawesi," ujarnya.

UMKM bisa mengajukan pinjaman mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Besaran pembiayaan bakal disesuaikan dengan kebutuhan setiap pedagang online guna menghindari penyalahgunaan.

Namun, Akulaku belum menetapkan besaran bunga. Nilainya akan mengikuti bunga pinjaman untuk kendaraan bermotor (car loan) yang sekitar 12%.

Perusahaan pun menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan Rp 6 triliun pada tahun depan. Untuk mencapai target tersebut, Akulaku bakal berfokus pada layanan pembayaran di e-commerce-nya.

Lalu mendorong pembiayaan ke para pembeli dan pedagang online di e-commerce. Pembiayaan untuk kendaraan bermotor juga akan digencarkan.

(Baca: Fintech Akulaku Berfokus Tawarkan Pinjaman Kendaraan di Jawa)

Per 30 Oktober lalu, perusahaan telah menyalurkan pinjaman Rp 4 triliun, tumbuh 116% secara tahunan (year on year/yoy). Pembiayaan itu diberikan kepada lebih dari 3 juta nasabah di Jawa, Sumatera, Bali, dan Lombok.

Selain itu, perusahaan bakal memberikan pendanaan dari pinjaman sindikasi asing alias offshore. Negara yang dijajaki untuk offshore yakni Hong Kong. Sebab, negara tersebut tengah menghadapi situasi gaduh, khususnya dari segi investasi. 

Hanya, Elfrinal enggan merinci jumlah dan mitra investornya. "Kami tidak bisa disclose," ujarnya. Ia mengatakan, sejauh ini sumber dana untuk pembiayaan berasal dari bank lokal, termasuk bank milik perusahaan yakni Bank Yudha Bhakti (BYB).

(Baca: Akulaku Bakal Rilis Kredit UMKM dan Kendaraan Akhir 2019)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan