Gojek dan Mandiri Capital Tanggapi Kabar Startup Moka Akan Diakuisisi

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Desy Setyowati

12/12/2019, 13.46 WIB

Nilai akuisisi Moka oleh Gojek disebut-sebut sekitar Rp 1,68 triliun.

gojek dan mandiri capital tanggapi kabar bakal akuisisi startup kasir digital, moka
MOKA
Ilustrasi, perusahaan teknologi Moka baru saja mendapat pendanaan Seri B senilai US$ 24 juta atau Rp 355,5 miliar, Rabu (12/9).

Gojek dikabarkan tengah dalam proses mengakuisisi startup kasir digital, Moka. Namun, decacorn Tanah Air ini mengatakan hal itu hanya rumor. Tanggapan berbeda justru disampaikan investor Moka, Mandiri Capital.

Perusahaan penyedia layanan on-demand itu disebut-sebut bakal mengakuisisi Moka senilai US$ 120 juta atau sekitar Rp 1,68 triliun. Bloomberg melaporkan hal itu terlebih dulu.

Chief of Corporate Affairs Gojek Nila Marita enggan berkomentar mengenai kabar tersebut. "Karena informasi itu tidak ada sumber dari Gojek," ujar Nila di Jakarta, hari ini (12/12).

Kabar akuisisi itu sebetulnya telah berhembus sejak beberapa bulan lalu. Saat itu, Nila juga membantah kabar tersebut. “Itu (akuisisi) hanya rumor,” kata Nila, pada Agustus lalu.

(Baca: Gojek Dikabarkan Akan Akuisisi Startup Kasir Digital Moka Rp 1,68 T)

Saat itu, Gojek melalui GoPay berkolaborasi dengan Moka. “Yang benar, kami hanya kerja sama bisnis lewat integrasi layanan GoPay untuk mendukung transaksi non-tunai,” kata dia.

Namun, kali ini, Chief Excecutive Office Mandiri Capital Eddi Danusaputro membenarkan kabar akuisisi tersebut. "Iya (benar), katanya Gojek berminat tapi (kami) belum tahu bagaimana respons dari Moka," ujar Eddi kepada Katadata.co.id, hari ini.

Eddi juga enggan merinci besaran akuisisi Moka oleh Gojek. "No comment," kata dia. Hingga berita ini ditulis, Moka pun belum menanggapi kabar tersebut.

(Baca: Gojek Tanggapi Kabar Akuisisi Startup Kasir Digital, Moka)

Sumber Bloomberg yang mengetahui kabar tersebut mengatakan, Gojek dan Moka berdiskusi pada awal tahun ini. Namun, kedua belah pihak baru mencapai kesepakatan mendasar seputar akuisisi itu baru-baru ini.

Rencana akuisisi ini disebut-sebut sebagai bagian dari upaya Gojek untuk menjadi pemimpin di industri pembayaran digital. Di Asia Tenggara, decacorn Tanah Air ini berkompetisi dengan Grab yang juga berfokus pada layanan keuangan.

Sedangkan Moka merupakan startup penyedia layanan sistem kasir berbasis komputasi awan (cloud computing) atau point of sales (POS). Sejak pertengahan tahun lalu, Moka berfokus layanan solusi bisnis satu pintu (one stop solution) bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Selain POS, Moka menawarkan layanan manajemen persediaan (inventory management). Perusahaan ini juga menyediakan program loyalti seperti point atau promosi, akuntansi, pembayaran, dan, pembiayaan lewat Moka Capital.

Moka memiliki 20 ribu pengguna, yang merupakan UMKM hingga perusahaan berskala besar seperti restoran, kedai kopi atau ritel di lebih dari 200 kota dan kabupaten Indonesia. Sedangkan GoPay menggaet lebih dari 420 ribu pedagang online dan offline di 370 kota, 90% di antaranya UMKM.

(Baca: Penyedia Sistem Kasir Berbasis Cloud, Moka Kantongi Rp 355 Miliar)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan