Rupiah Menguat Usai Bank Sentral AS Tahan Suku Bunga
Nilai tukar rupiah pada pembukaan pagi hari ini menguat 0,02% ke level Rp 14.038 per dolar AS. Rupiah menguat setelah pengumuman pertemuan Komite Pasar Terbuka Bank Sentral AS (The Fed) yang menahan suku bunga acuan.
Selain rupiah, mayoritas nilai tukar mata uang Asia menguat pagi ini. Mengutip Bloomberg, nilai tukar yen Jepang naik 0,05%, dolar Singapura menguat 0,07%, peso Filipina 0,2%, rupee India naik 0,12%, ringgit Malaysia 0,23%, dan baht Thailand 0,1%. Sementara dolar Hong Kong dan yuan Tiongkok melemah masing-masing 0,01% dan 0,07%.
“Suku bunga acuan Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) ditahan di kisaran 1,5%-1,75%," kata Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra kepada Katadata.co.id, Kamis (12/12).
(Baca: Rupiah Melemah Tunggu Kejelasan Nasib Tarif AS ke Barang Tiongkok)
Selain itu, ia mengatakan bahwa Gubernur The Fed Jerome Powell memberikan indikasi tak akan terburu-buru menaikkan suku bunga pada tahun depan. Powell merasa suku bunga saat ini sudah akomodatif untuk mempertahankan laju inflasi di kisaran 2%.
Sikap Federal Reserve ini dinilai Tjendra dapat mendorong pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama dunia dalam beberapa waktu ke depan. "Ini bisa membantu mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS lebih lanjut," ucap dia.
Namun Ariston mengatakan pasar mewaspadai perkembangan negosiasi dagang AS dan Tiongkok yang hampir mendekati tanggal 15 Desember 2019. Negeri Paman Sam berpotensi mengenakan tarif baru pada impor Tiongkok senilai US$ 160 miliar.
(Baca: Tunggu Kesepakatan Dagang, Rupiah Menguat Sentuh 13 Ribu per Dolar AS)
Dia menjelaskan penerapan tarif impor baru oleh kedua belah pihak bisa memberikan sentimen negatif untuk rupiah. Untuk hari ini, mata uang Garuda berpotensi bergerak di antara Rp 14.000 - 14.050 per dolar AS.
Saat berita ini ditulis, indeks dolar AS turun 0,06% ke level 97.07. Turunnya mata uang Negeri Paman Sam menyebabkan seluruh mata uang utama dunia menguat. Eruo naik 0,07% terhadap dolar AS, pound Inggris 0,09%, dolar Kanada 0,06%, franc Swiss 0,14%, dan dolar Australia 0,01%.
