BPIP Minta Jokowi Tunjuk Pengganti Ma'ruf Amin dan Mahfud MD

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ratna Iskana

26/12/2019, 17.24 WIB

Jokowi bakal memilih tokoh pengganti Ma'ruf Amin dan Mahfud MD dari usulan nama yang disampaikan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Jokowi, ma\'ruf amin, mahfud md
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) dan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) Megawati Soekarnoputri di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12/2019). Jokowi meminta BPIP mengusulkan nama untuk mengganti Maruf dan Mahfud MD sebagai Dewan Pengarah BPIP.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk menunjuk pengganti Ma'ruf Amin dan Mahfud MD sebagai Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Hal tersebut disampaikan Pengurus BPIP saat bertemu Kepala Negara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/12).

Ma'ruf diketahui telah menjabat sebagai Wakil Presiden saat ini. Sedangkan Mahfud diangkat Jokowi sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam).

"Pihak BPIP meminta pengganti Ma'ruf dan Mahfud," kata Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/12).

Menurut Fadjroel, Jokowi mengiyakan permintaan dari BPIP tersebut. Hanya saja, Jokowi meminta agar BPIP juga mengusulkan nama-nama yang akan menggantikan keduanya.

(Baca: Bantah Pejabat RI Islamofobia, Mahfud: Sri Mulyani Salat dan Puasa)

Fadjroel mengatakan belum ada nama yang diusulkan BPIP untuk menggantikan kedua tokoh tersebut hingga saat ini. Jika nama sudah diusulkan, maka Kepala Negara akan segera menetapkan kedua calon pengganti Ma'ruf dan Mahfud.

Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri sebelumnya juga telah meminta Jokowi untuk segera mencari pengganti Ma'ruf dan Mahfud. Menurut Megawati, pengganti keduanya diperlukan agar kerja BPIP bisa optimal.

Pasalnya, kerja BPIP tidaklah mudah. "Tugas yang diberikan kepada kami berat sekali. Bagaimana ideologi Pancasila itu yang sudah ada di dalam sanubari kita, tapi karena perjalanan waktu Pancasila itu dibelokkan," kata Megawati di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12).

(Baca: Megawati Bocorkan Kisah Lampau Prabowo Tanpa Status Kewarganegaraan)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan