Jakarta Banjir, PLN Padamkan Listrik di Sejumlah Lokasi
PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN melakukan pemadaman listrik di sejumlah lokasi di wilayah Jakarta dan Banten yang mengalami banjir dengan status bahaya. Pemadaman dilakukan untuk sementara hingga kondisi wilayah tersebut dipastikan aman untuk dialiri listrik.
Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan, perusahaan telah melakukan pemantauan listrik sejak pergantian tahun baru tadi malam (31/12). Pemadaman listrik dilakukan di beberapa daerah yang mengalami banjir dan dinilai berbahaya jika aliran listrik tak dipadamkan.
"Sehingga tanpa harus memberi tahu kepada pelanggan, aliran listrik (di wilayah) tersebut kami padamkan. Ini untuk kepentingan keselamatan jiwa," ujar Dwi kepada Katadata.co.id, Rabu (1/1).
(Baca: Banjir Hampir Merata di Wilayah Jakarta, Berikut Lokasinya)
Dwi menjelaskan, pemadaman listrik dilakukan pihaknya di lokasi banjir yang memiliki penduduk padat dan wilayah di sekitar gardu induk PLN yang terendam banjir.
"Dua lokasi ini masuk kategori berbahaya, itu kami padamkan listriknya," ujar Dwi.
Selain Jakarta dan Banten, PLN juga akan melakukan pemadaman listrik di wilayah lain yang juga mengalami kondisi banjir di dengan status bahaya. "Jika kondisi sudah darurat, maka sesuai SOP kami akan melakukan hal yang sama, " kata Dwi.
Adapun PLN akan kembali menyalakan listrik hingga status wilayah tersebut aman dengan memastikan gardu listrik perusahaan tak membahayakan untuk kembali dihidupkan. Namun, Dwi belum bisa memastikan sampai kapan pemadaman listrik akan berlangsung.
(Baca: BNPB Sebut Bencana Alam Terjadi Lebih Banyak pada Tahun Ini )
Hingga saat ini, PLN belum dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai berapa jumlah titik lokasi yang terdampak atas pemadaman listrik ini. Pemadaman listrik bersifat tentafi dan fluktuatif sehingga dapat bertambah atau berkurang sewaktu-waktu.
"Kami sebelumnya mengimbau kepada tim di lapangan manakala ada kondisi banjir yang membahayakan maka listrik akan langsung dimatikan. Sehingga, kami tidak menghitung jumlah lokasi pemadaman di Jakarta dan sekitarnya," jelas Dwi.
