SKK Migas Punya Sistem Online untuk Awasi Produksi dan Lifting Migas

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

2/1/2020, 17.21 WIB

SKK Migas sudah mengintegrasikan 11 Kontraktor Kerja Sama yang berkontribusi terhadap 95 persen produksi dan lifting migas.

SKK Migas, Produksi Migas, Lifting Migas
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, logo Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dalam acara Gas indonesia Summit & Exhibition 2019 di JCC, jakarta Pusat (1/8/2019). SKK Migas memiliki sistem online yang dapat digunakan mengawasi dan memantau kinerja pengelolaan blok migas.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) baru saja meresmikan sistem digital terintegrasi bertajuk Integrated Operation Center (IOC). Sistem tersebut bakal membantu SKK Migas mengawasi produksi dan lifting migas.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan sistem tersebut bakal membantu pihaknya memantau operasional blok migas dari hari ke hari secara langsung. Caranya dengan mengakses data Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam mengelola kegiatan blok migas.

Selain itu, SKK Migas dapat menilai pelaksanaan program kerja dan anggaran yang dilaksanakan oleh KKKS. Pasalnya, program kerja dan anggaran tahun ini dinilai tidak maksimal karena adanya insiden blok migas dan kebakaran hutan di Sumatera yang berdampak pada produksi migas.

"Dengan IOC, SKK Migas dapat mengawasi secara efektif dan memberikan tindakan preventif untuk mencegah kejadian negatif seperti 2019, sehingga menghambat target produksi migas," kata Dwi Selasa malam (31/12).

(Baca: Genjot Produksi, SKK Migas Akan Percepat Pengembangan Sejumlah Blok)

Sistem IOC memang dirancang untuk menghubungkan SKK Migas dengan data KKKS. Sehingga kegiatan operasi, manajemen fasilitas, kegiatan pengeboran, kegiatan lifting migas bisa terpantau secara langsung dan online.

Dengan begitu, peran SKK Migas tidak lagi pasif dan menunggu laporan dari KKKS. Tetapi SKK Migas dapat lebih aktif mengawasi dan membantu KKKS mencapai target yang lebih tinggi lagi. “Dengan telah beroperasinya IOC maka KKKS tidak dapat lagi santai-santai dalam melaksanakan programnya. Dengan data yang real time, tidak ada lagi yang disembunyikan," kata Dwi.

Selain itu, IOC bisa memberikan laporan produksi, stok, dan lifting migas secara online melalui database yang terintegrasi pada 11 KKKS. Ke depannya, SKK Migas bakal mengintegrasikan seluruh KKKS sehingga dapat terhubung melalui IOC.

(Baca: SKK Migas: Lifting Minyak Wilayah Sumbagut Lampaui Target APBN )

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan