Trafik Data 4 Operator Melonjak Hingga 19% Selama Natal dan Tahun Baru

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Happy Fajrian

7/1/2020, 16.46 WIB

Lonjakan terbesar terjadi pada hari Natal dan malam pergantian tahun.

lonjakan trafik data, operator seluler, telekomunikasi, natal tahun baru
Arief Kamaludin|KATADATA
Lonjakan arus data yang cukup signifikan terjadi pada Natal 2019 dan malam pergantian tahun 2020.

Empat operator telekomunikasi yakni Indosat, Smartfren, Telkomsel, dan XL Axiata mencatatkan lonjakan trafik data selama musim liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 hingga mencapai 19%.

SVP-Head of Network Operations Indosat Agus Sulistio mengatakan, selama periode tersebut terjadi peningkatan trafik data sekitar 12,8% dibandingkan hari normal dan melonjak 60,92% dibandingkan tahun sebelumnya. Lalu lintas data didominasi oleh streaming video 32,28%, pesan instan 67,41%, dan media sosial 53,35%.

Lonjakan trafik data terbesar terjadi pada perayaan Natal, yakni sebesar 16.50%, sedangkan trafik voice dan SMS terjadi pada H-2 Natal sebesar 5% dan 29% dibandingkan hari normal. "Saat pergantian tahun, trafik data mengalami kenaikan 19,91%. Sedangkan, voice turun 5,73%, dan SMS (pesan singkat) naik 17,54%," jelas Agus kepada Katadata.co.id, Selasa (7/1).

Dia menjelaskan, lonjakan tersebut terjadi di sejumlah kota besar seperti Bogor, Tangerang, Karawang, Bekasi dan Magelang. Adapun aplikasi yang paling banyak digunakan oleh pengguna selama periode tersebut yakni Facebook, Instagram, Line, WhatsApp, dan Youtube. 

(Baca: Layanan Telkomsel, Tri & Indosat Terganggu Imbas Banjir di Jabodetabek)

Sementara itu XL Axiata mengalami lonjakan trafik sebesar 14% dibandingkan trafik data di hari normal dan 38% dibanding  tahun sebelumnya. "Trafik data meningkat signifikan," ujar Plt Chief Technology Officer XL Axiata I Gede Darmayusa, Jumat (3/1).

Dia menjelaskan bahwa rata-rata kenaikan trafik data saat Natal sebesar 9% dibandingkan hari biasa, dengan kenaikan trafik harian tertinggi mencapai 21%. Sedangkan, pada malam tahun baru kenaikan trafik rata-rata sebesar 14% dan dan tertinggi mencapai 77%.

Berdasarkan penggunaannya, layanan data berbasis gim naik 25%, diikuti oleh pesan singkat 16%, dan web browsing 12%. Perusahaan mencatat, rata-rata kenaikan trafik di luar Jawa mencapai 15%.

Tiga daerah yang mengalami kenaikan trafik data tertinggi pada periode 23 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020 adalah Kab. Malang 26%, Kab. Cianjur 26%, dan Kab. Banyuwangi 25%. Namun pada hari Natal, 24-25 Desember 2018, trafik di wilayah dengan komunitas Nasrani seperti Medan dan sekitarnya trafik data naik 10%, Manado 18%, dan Kupang 21%.

(Baca: Telkomsel hingga XL Axiata Antisipasi Kenaikan Layanan Data Saat Natal)

Sedangkan, trafik data di area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang ditinggalkan mayoritas warga untuk  berlibur, turun sekitar 5% dibanding hari normal. Selain itu juga terjadi peningkatan trafik data roaming sebesar 20% dibanding hari biasa sejalan banyaknya masyarakat yang berlibur ke luar negeri.

Adapun jenis layanan data yang paling banyak digunakan adalah untuk mengakses Youtube yang trafiknya melonjak hingga 80%, Whatsapp naik 30%, gim Mobile Legend naik 26%, dan Instagram naik 10%. "Layanan streaming video dan musik menjadi favorit," ujar I Gede.

Sementara itu Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengungkapkan, selama libur Natal dan tahun baru lonjakan layanan data Telkomsel mencapai 16% dibandingkan hari normal atau 39% dibandingkan dengan periode Natal dan tahun baru sebelumnya.

Wilayah dengan lonjakan trafik data tertinggi yaitu Sumatera Utara, serta Bali dan Nusa Tenggara, dengan peningkatan sebesar 24% dan 23% dibandingkan hari normal, diikuti Papua - Maluku 23%, dan Jawa Tengah 21%.

(Baca: Korsel Tertarik Bangun Teknologi Sistem Transportasi hingga 5G di RI)

Denny menjelaskan, kontribusi tertinggi penggunaan layanan data secara umum berasal dari pelanggan yang memanfaatkan layanan data untuk aktivitas di media sosial yang mencapai sekitar 36%.

Adapun trafik data untuk streaming video berkontribusi sekitar 26%, sedangkan komunikasi berbasis teks, panggilan suara, dan panggilan video melalui aplikasi pesan instan berkontribusi sekitar 17% terhadap penggunaan data.

Denny melanjutkan, trafik layanan voice dan SMS turun sekitar 3%, dibandingkan dengan trafik pada hari normal, trafik layanan suara mengalami penurunan sekitar 3% menjadi 1.12 miliar menit, sedangkan trafik layanan SMS masih mengalami kenaikan sekitar 9% menjadi 595 juta SMS.

Berbeda dengan kompetitornya, Smartfren mengaku tidak mengalami lonjakan trafik data yang signifikan selama Natal dan tahun baru kemarin. "Normal saja, lonjakan (trafik data) tidak sampai 10%," ujar Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim.

Kendati demikian banjir yang melanda wilayah Jabodetabek dan pemadaman listrik oleh PLN pada 1 Januari 2020 membuat banyak menara Base Transceiver Station (BTS) operator telekomunikasi yang mengalami gangguan. "Tapi, di hari ketiga (gangguan) sudah bisa diatasi dan layanan beroperasi kembali," tambahnya.

(Baca: OpenSignal: Kemampuan Jaringan Operator Seluler Telkomsel Tertinggi)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan