Sri Mulyani Lihat Utang Pemerintah Tembus Rp 4.478 Triliun Masih Aman

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Agustiyanti

8/1/2020, 13.22 WIB

Sri Mulyani menyebut rasio utang pemerintah saat ini masih aman dan berada di bawah 30% terhadap PDB.

utang pemerintah, sri mulyani, rasio utang pemerintah
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut rasio utang pemerintah masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara berkembang lainnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan utang pemerintah masih dalam batas aman. Hingga akhir 2019, total utang pemerintah mencapai Rp 4.778 triliun, bertambah dari Rp 360 triliun dibanding akhir 2018 sebesar Rp 4.418 triliun. 

"Rasio utang terjaga rendah, kami tentunya masih berhati-hati," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (7/1)

Ia menjelaskan, rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB masih di bawah 30%. Adapun dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, jumlah utang pemerintah dibatasi maksimal 60% dari PDB. 

(Baca: Pemerintah Tarik Utang, Cadangan Devisa Desember Naik jadi US$ 129,2 M)

Ia juga menyebut rasio utang Indonesia masih berada di bawah negara berkembang lain. "Filipina saja mencapai 38,9% dari PDB, Malaysia 55,6% dari PDB, dan Singapura 113,6% dari PDB," tutupnya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman menjelaskan, rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB pada akhir 2019 tercatat turun dibanding 2018, meski secara nominal meningkat.

"Rasio utang Desember 2019 ini turun menjadi 29,8%, jika dibandingkan Desember 2018 ebesar 29,98%," ujar Lucky.

(Baca: Tembus 30% dari PDB, Total Utang Pemerintah per November Rp 4.814 T)

Adapun jika dibandingkan bulan November, menurut dia, posisi utang pemerintah pada Desember sebenarnya menurun. Pada November 2019, total utang pemerintah mencapai Rp 4.814,31 triliun. 

"Turun karena ada pelunasan," kata dia.

Meski demikian, Bank Indonesia menyebut pemerintah melakukan penarikan utang luar negeri pada Desember. Hal ini membuat posisi cadangan devisa pada akhir 2019 mencapai US$ 129,2 miliar, naik US$ 2,6 miliar dibanding bulan sebelumnya.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan