Menristek Minta Apple Bangun Akademi Teknologi di Seluruh Indonesia

Penulis: Fahmi Ahmad Burhan

Editor: Desy Setyowati

14/1/2020, 17.52 WIB

Apple membangun 10 akademi di Brasil. Menristek ingin perusahaan AS itu membuat akademi di seluruh pulau besar Indonesia.

Menristek Minta Apple Bangun Akademi Teknologi di Seluruh Indonesia
ANTARA FOTO/REUTERS/Mike Segar
Ilustrasi, logo Apple Inc terlihat di pintu masuk toko Apple di 5th Avenue di Manhattan, New York, Amerika Serikat, Rabu (16/10/2019).

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro ingin Apple membangun Apple Developer Academy di seluruh pulau besar Indonesia. Wadah pengembangan talenta digital itu baru ada di Jawa dan Sumatera.

Dua di antaranya di Pulau Jawa, yakni Tangerang dan Surabaya. Satu lainnya di Sumatera, tepatnya Nongsa Digital Park, Batam. "Saya berharap, nanti, paling tidak di setiap pulau besar itu ada satu," ujar Bambang saat menghadiri kelulusan Apple Developer Academy di Tangerang, Selasa (14/1).

Di Brasil misalnya, Apple sudah membangun 10 akademi. “Semoga nanti ada di Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua," kata dia.

Bambang berharap, Apple Developer Academy menciptakan lebih banyak talenta digital di Tanah Air. Dengan begitu, lulusannya bisa menggantikan tenaga kerja asing di perusahaan-perusahaan digital.

Program besutan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu juga dinilai bisa meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia. (Baca: Menperin Harap Lulusan Apple Academy Bisa Rebut Pasar Digital)

Meski begitu, ia mendorong perusahaan teknologi lain menggelar program Pendidikan serupa. Sebab, Indonesia diprediksi kekurangan 600 ribu Sumber Daya Manusia (SDM) digital per tahun.

Data dari McKinsey menyebutkan, Indonesia bakal mengalami selisih (gap) sembilan juta talenta digital hingga 2030. (Baca: Apple Anggarkan Rp 607 Milliar untuk Bangun 3 Pusat Inovasi)

Di satu sisi, Apple Developer Academy menghasilkan sekitar 200 talenta digital setiap tahun. Pada hari ini, 194 lulusan akademi itu menghasilkan 36 aplikasi.

Adapun pendirian akademi itu merupakan bagian dari proposal Apple untuk memenuhi ketentuan regulasi mengenai tingkat komponen dalam negeri (TKDN). PT Apple Indonesia memilih skema penghitungan TKDN berbasis pada pengembangan inovasi dengan nilai investasi US$ 44 juta atau sekitar Rp 627,9 miliar selama tiga tahun.

Dalam membuat Apple Developer Academy, Apple bekerja sama dengan Universitas Bina Nusantara (Binus). President of Higher Education Binus Steven Wahyudi Santoso mengatakan, ratusan talenta digital itu sudah melewati pendidikan selama 10 bulan.

"Lulusan Apple Developer Academy dapat berkontribusi memberdayakan masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memberi solusi dari masalah yang ada di masyarakat," kata dia. (Baca: Dikritik Sri Mulyani, Mendikbud Bakal Benahi Anggaran Pendidikan)

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan