Pengguna Diminta Beralih, Windows 10 Microsoft Justru Rentan Malware

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Desy Setyowati

15/1/2020, 15.59 WIB

Padahal, Microsoft meminta pengguna untuk beralih ke Windows 10. Karena perusahaan tidak lagi mendukung Windows 7.

Pengguna Diminta Beralih, Windows 10 Microsoft Justru Rentan Malware
marketingland.com
Ilustrasi Microsoft.

Microsoft mengimbau pengguna beralih atau upgrade dari Windows 7 menjadi Windows 10. Namun, Badan Keamanan Nasional (National Security Agency/NSA) Amerika Serikat (AS) mengatakan, sistem operasi (Operating System/OS) itu rentan terjangkit virus atau malware.

Bagian kriptografi Windows, yang dikenal sebagai CryptoAPI dinilai rentan. Komponen berusia puluhan tahun itu memungkinkan pengembang menandatangani perangkat lunak secara digital.

Komponen itu bisa diserang bug. Tanda tangan digital yang ‘cacat’ karena terserang bug itu bisa dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Peretas bisa mengirimkan konten berbahaya melalui tanda tangan palsu itu, dan membuatnya tampak aman. "Pengguna tidak akan mengetahui file itu berbahaya, karena tanda tangan digital tampaknya berasal dari penyedia tepercaya," kata Microsoft dikutip dari TechCrunch, Rabu (15/1).

(Baca: Tak Lagi Didukung Microsoft, Begini Cara Perbarui Windows 7 Jadi 10)

Meski begitu, perusahaan teknologi itu mengaku telah merilis patch keamanan untuk menangani komponen yang rentan ini. Sejauh ini, Microsoft belum menemukan bukti adanya tanda tangan digital yang disusupi bug.

Di sisi lain, NSA mengaku telah menyampaikan temuan kerentanan itu kepada Microsoft. Instansi itu berharap, perusahaan AS itu segera memperbaiki gangguan tersebut. 

Namun, Microsoft enggan berkomentar perihal upaya menangani bug tersebut. “Kami mengikuti prinsip pengungkapan kerentanan terkoordinasi sebagai praktik terbaik industri untuk melindungi pelanggan kami,” kata perusahaan.

(Baca: Ahli IT Prediksi Penipuan Lewat Aplikasi & Malware AI Marak pada 2020)

Senior Director Microsoft Jeff Jones menegaskan, pengguna yang telah memperbarui perangkat lunak melalui Windows 10, perangkatnya sudah terlindungi. "Seperti biasa, kami mendorong pelanggan untuk mengunduh semua pembaruan keamanan sesegera mungkin," ujarnya.

Microsoft tak lagi mendukung Windows 7 sejak kemarin (14/1). Alhasil, OS itu masih bisa digunakan, tetapi tidak mendapat pembaruan dari Microsoft.

Perusahaan mengimbau pengguna untuk meningkatkan (upgrade) OS dari Windows 7 ke 10. Microsoft merilis Windows 10 pada Juli 2015, dan dibanderol US$ 139 atau sekitar Rp 1,9 juta untuk dapat diunduh.

Namun, CNET melaporkan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pengguna untuk melakukan upgrade dari Windows 7 ke Windows 10 secara gratis. (Baca: Ahli IT Ungkap Sebab Auto Like Fanpage Akun Medsos Gubernur Anies)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan