Incar Pasar Global, Pertamina Mulai Jual Pelumas di Bangladesh

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

24/1/2020, 19.03 WIB

HIngga saat ini, Pertamina telah memasarkan produk pelumas di 17 negara.

Pertamina Lubricant menggandeng Petro Product Company untuk menjual dan mamasarkan pelumas di Bangladesh.
Pertamina
Pertamina Lubricant menggandeng Petro Product Company untuk menjual dan mamasarkan pelumas di Bangladesh.

Pertamina Lubricants secara resmi menggandeng Petro Products Company, anak usaha Intraco Group of Companies, sebagai distributor penjualan dan pemasaran produk pelumas dan spesialisasi di Bangladesh. Hal tersebut merupakan strategi perusahaan untuk menjual pelumas hingga pasar global.

Kerja sama tersebut juga kelanjutan dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Intraco Ltd. Bangladesh pada Juli 2019 lalu di Jakarta. Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants Andria Nusa mengatakan kerja sama itu merupakan awal yang baik untuk mengoptimalkan pasar pelumas di Bangladesh.

"Kami juga melihat bagaimana sektor industri berkembang pesat disana terutama sektor manufaktur, sektor tenaga listrik, dan sektor umum lainnya," kata Andria berdasarkan keterangan tertulis, Jumat (24/1).

(Baca: Menteri ESDM: Pertamina Tak Perlu Beli Hak Partisipasi Blok Rokan)

Sebagai distributor resmi Pertamina Lubricants, Petro Products Company akan mengembangkan pasar untuk produk-produk pelumas industri dan specialties antara lain Turbine Oil, Compressor Oil, Gas Engine Oil, Marine Diesel Oil, Rubber Processing Oil, Transformers Oil, dan Industrial Gear Oil.

Hingga saat ini Pertamina Lubricants telah memasarkan produknya di lebih dari 17 negara di dunia. Di sisi lain, perusahaan pelat merah itu menjadi Technical Partner Automobili Lamborghini untuk divisi motorsports Lamborghini Squadra Corse.

Pertamina Lunricants juga telah mengantongi sertifikasi dan persetujuan dari pabrikan mobil dan mesin dunia, seperti Toyota, BMW, Mercedes Benz, CAT, Cummins, Wartsila, MAN, MAK, MTU, Allison, dan Alstom. Kemudian, Flender, Vickers, Waukesha, Akasaka, Siemens, GM, MWM, Dexron, NSF, Yanmar, Volvo, Daihatsu, Mitsubishi Motors, dan GE. 

(Baca: Kebut Proyek Kilang, Pertamina Rangkul Barata hingga Krakatau Steel)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan