Capai 40%, Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Rampung Oktober 2020

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Ameidyo Daud

29/1/2020, 16.46 WIB

Pemerintah sedang membebaskan lahan jalan akses menuju Mandalika

mandalika, motoGP, luhut
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Foto udara bentuk lintasan lurus Mandalika MotoGP Street Circuit di The Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (10/10/2019). Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan hari Rabu (29/1) mengatakan saat ini konstruksi sirkuit tersebut mencapai 40% dan siap dirampungkan Oktober 2020.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan pembangunan sirkuit Mandalika rampung pada Oktober 2020. Saat ini pengerjaan seluruh infrastruktur balap motor MotoGP tersebut mencapai 40%.

Jika kelar Oktober, maka sirkuit ini sudah siap tepat satu tahun sebelum ajang MotoGP digelar. Dia juga mengatakan semua persiapan balap motor itu dilakukan sesuai dengan standar internasional. “Persiapannya sangat bagus, dan memang ini yang pertama di dunia ada (sirkuit) di pinggir pantai,” kata Luhut di Jakarta, Rabu (29/1).

(Baca: 3.200 Tiket MotoGP Mandalika Ludes Dipesan, Luhut: Antusiasmenya Besar)

Luhut mengatakan saat ini pemerintah tengah merampungkan masalah pembebasan tanah untuk akses dari Bandara Internasional Lombok menuju Mandalika. Jika jalan selesai dibangun, jarak tempuh bandara ke Mandalika hanya memakan waktu 20 menit.

"Tinggal 1% tanah yang belum beres, akan menghemat 17 kilometer (jalan) yang ditempuh dari airport,” kata Luhut.

Luhut juga akan meninjau sirkuit tersebut pada bulan Maret atau April mendatang. Dia yakin MotoGP Mandalika mampu memacu turis laiknya Thailand yang berhasil menggelar balap motor tersebut di Buriram. “Presiden (Joko Widodo) juga sudah ke sana (Mandalika) tahun lalu,” kata Luhut.

Sementara itu, Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer menjelaskan kebutuhan dana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika itu mencapai US$ 1,3 miliar atau setara Rp 17,7 triliun.

Kontraktor asal Prancis yakni Vinci Construction mengucurkan dana US$ 1 miliar untuk menggarap proyek pariwisata ini. Sedangkan sisanya sebesar US$ 300 juta berasal dari investor yang akan membangun hotel di wilayah itu. Sedangkan pembangunan sirkuit menggunakan dana ITDC.

“Tadinya Vinci (yang membangun), cuma arahan (pemerintah) agar menjadi aset nasional,” kata Abdulbar.

(Baca: Sirkuit Mandalika di Lombok dan Persiapan MotoGP Indonesia 2021)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan