Penumpang Pesawat Turun 17,4 Juta di 2019, BPS Duga Imbas Tiket Mahal

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Martha Ruth Thertina

3/2/2020, 20.12 WIB

Jumlah penumpang kapal laut meningkat signifikan, sedangkan kereta api meningkat tipis.

Jumlah penumpang pesawat 2019, BPS, harga tiket pesawat
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Sejumlah pesawat udara berada di apron dan landasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (17/12/2019).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penumpang pesawat tujuan domestik hanya mencapai 76,7 juta orang tahun lalu. Ini artinya, jumlah penumpang turun 17,4 juta orang atau 18,54% dari realisasi tahun sebelumnya yang sebanyak 94,1 juta orang.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan yang cukup signifikan tersebut disebabkan oleh masih mahalnya harga tiket pesawat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Harga memang sudah turun, tetapi tetap lebih mahal dari beberapa tahun sebelumnya," kata dia dalam Konferensi Pers di kantornya, Jakarta, Senin (3/2)

(Baca: Wabah Virus Corona Bayangi Target 18 Juta Kunjungan Wisman Tahun Ini)

Meski begitu, jumlah penumpang pesawat ke luar negeri meningkat 4,91% menjadi 18 juta orang. Jumlah penumpang ke luar negeri terbesar melalui Bandara Soekarno Hatta, Banten, yaitu 7,8 juta orang, atau 41,55% dari jumlah seluruh penumpang ke luar negeri. Kemudian diikuti Bandara Ngurah Rai, Denpasar 6,9 juta orang, atau 36,80%.

Di sisi lain, Suhariyanto menuturkan, jumlah penumpang kapal laut dalam negeri justru meningkat. "Peningkatan mencapai 18,35% dibandingkan tahun 2018 menjadi 23,9 juta orang," kata dia.

Secara rinci, peningkatan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok 132,93%, Belawan 119,16%, Makassar 55,29%, Tanjung Perak 48,69%, dan Balikpapan 39,45%.

(Baca: Cegah Penyebaran Corona, Kemendag Setop Impor Pangan dari Tiongkok)

Sedangkan jumlah barang yang diangkut sepanjang 2019 mencapai 297,8 juta ton, naik 6,6% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Panjang 12,12%, Tanjung Priok 3,23%, dan Balikpapan 1,85%.

Sebaliknya, penurunan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Makassar dan Tanjung perak masing-masing sebesar 4,32% dan 1,46%.

Jumlah penumpang kereta api juga tercatat meningkat tahun lalu. Realisasinya mencapai 428 juta orang atau naik 1,39% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan jumlah penumpang terjadi di wilayah Jawa non-Jabodetabek dan Sumatera, yaitu berturut-turut 8,07% dan 4,42%. Namun, terjadi penurunan 0,22% di wilayah Jabodetabek.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan