Targetkan Dana Murah Naik 19,5%, BTN Bidik Pengelolaan Tabungan Gaji

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Martha Ruth Thertina

11/2/2020, 11.36 WIB

Porsi dana murah – tabungan dan giro -- terhadap dana pihak ketiga BTN berada dalam tren turun. Porsinya ditargetkan pada posisi 45% tahun ini.

BTN, BTN Solusi, Dana Pihak Ketiga

Bank Tabungan Negara (BTN) menargetkan dana murah – tabungan dan giro – mencapai Rp 116 triliun tahun ini, naik 19,5% dari posisi akhir tahun lalu Rp 97 triliun. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan tengah membidik pengelolaan tabungan gaji (payroll) karyawan kementerian/lembaga, perusahaan milik negara, dan swasta.  

Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury menjelaskan, BTN meluncurkan program BTN Solusi yang bisa dimanfaatkan untuk pengelolaan payroll. Untuk tahap awal, yang dibidik melalui program ini yakni segmen Kementerian dan BUMN.

"Nasabah yang disasar program ini adalah karyawan instansi atau perusahaan yang memiliki kualitas yang baik,” kata Pahala melalui keterangan resminya, Senin (10/2). Dari program tersebut, tambahan dana murah diharapkan mencapai Rp 1,9 triliun, dengan tambahan 372 ribu nomor akun dari tabungan payroll.

(Baca: Genjot Layanan Digital Banking, BTN Anggarkan Investasi Rp 500 Miliar)

Ia pun menjelaskan sederet kemudahan dan keunggulan dari program tersebut, di antaranya kemudahan pembukaan rekening tabungan payroll dengan biaya administrasi yang ringan. Terdapat juga keringanan biaya-biaya tabungan payroll seperti untuk setoran awal, biaya administrasi yang terjangkau, saldo minimal yang bisa menyesuaikan kebutuhan perusahaan, biaya transaksi antar-wilayah yang murah dan lainnya.

"Untuk jasa payroll, semua bisa dinegosiasikan. Dengan kelebihan ini, perusahaan dapat menghemat biaya untuk dapat dialihkan ke kebutuhan lain bagi karyawan," ujarnya.

Lewat program ini, perusahaan juga bisa mendapatkan keuntungan berupa pengelolaan rekening giro dan Program Pengembangan Operasional (PPO). Selanjutnya, akan disiapkan pula produk untuk kredit korporasi yang menarik termasuk produk dan layanan syariah.

(Baca: Dana Pembiayaan Rumah Terbatas, Target KPR Subsidi BTN Hanya Tumbuh 3%)

Berdasarkan data publikasi BTN, porsi dana murah terhadap dana pihak ketiga (DPK) tercatat berada dalam tren turun. Porsinya tercatat 40,1% pada akhir September 2019, turun dari posisi 46,2% pada akhir September 2018, ataupun akhir 2018 yang sebesar 43,4%. Pada akhir 2016 dan 2017, porsinya bahkan tercatat lebih tinggi yaitu masing-masing 50,4% dan 49,6%.

Bila target dana murah yang sebesar Rp 116 triliun terealisasi tahun ini, maka porsi dana murah terhadap DPK BTN akan mencapai 45%.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan