Meski Heboh Corona, Kementan Tak Akan Cek Khusus Bawang dari Tiongkok

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ameidyo Daud

12/2/2020, 06.00 WIB

Kementan beralasan produk tanaman bukan medium virus corona

Virus corona, tiongkok, bawang putih
ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Bawang putih di Pasar Bitingan, Kudus, Jawa Tengah, Senin (3/2/2020). Kementerian Pertanian hari Selasa (11/2) mengatakan pemeriksaan khusus bawang putih dari Tiongkok tak akan dilakukan meski ada wabah virus corona.

Wabah virus corona tak membuat pemerintah memeriksa secara khusus impor bawang putih dari Tiongkok. Kementerian Pertanian mengatakan pemeriksaan komoditas pangan tersebut akan dilakukan secara normal.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil beralasan tumbuhan tak tercatat sebagai medium penularan virus corona. Selain itu petugas karantina pertanian juga tidak akan berinteraksi dengan anak buah kapal (ABK) dari Tiongkok ketika importasi dilakukan.

“Tipe virus corona in juga sangat sensitif terhadap panas,” kata Ali Jamil kepada Katadata.co.id, Selasa (11/2).

Kementan telah mengeluarkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) bawang putih sebesar 103 ribu ton dari Negeri Panda tersebut. Ali mengatakan proses pembongkaran bawang putih dari kapal dilakukan dengan menggunakan peralatan crane milik PT Pelindo.

Ali juga menambahkan keamanan bawang putih terjaga karena dikirimkan menggunakan kontainer. Selain itu, ia juga memastikan ABK Tiongkok akan berada dalam pengawasan tim kesehatan pelabuhan. “Petugas karantina juga akan memeriksa di lini 1 atau wilayah kepabeanan,” katanya.

Kepala Bidang Keamanan Hayati Nabati Barantan Ihsan Nugroho juga mengatakan, pemeriksaan bawang putih akan dilakukan secara normal. "Satu sampai dua hari selesai," ujar dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengatakan impor bawang putih tetap dilakukan dari Tiongkok. Alasannya bawang putih tidak menjadi media penularan virus yang telah memakan korban lebih dari 1.000 orang tersebut. "Para ahli menyebutkan tanaman bukan media virus corona, “ ujar Prihasto.

Menurutnya, impor tersebut dilakukan untuk menambah stok bawang putih di dalam negeri yang mulai menipis. Berdasarkan catatannya, stok bawang putih saat ini 70 ribu ton hanya cukup memenuhi kebutuhan hingga Maret 2020.

Dengan impor tersebut, dia memperkirakan stok bawang putih akan terjaga selama 2 - 2,5 bulan ke depan. Adapun, kebutuhan konsumsi bawang putih nasional mencapai 560 ribu - 580 ribu ton per tahun atau setara 47 ribu - 48 ribu ton per bulan. Sedangkan produksi bawang putih dalam negeri baru mencapai 85.000 ton per tahun atau 15% dari total konsumsi per tahun.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan