Investor Masih Percaya Fundamental Ekonomi RI, Rupiah Menguat Tipis

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Happy Fajrian

14/2/2020, 17.21 WIB

Penguatan rupiah hari ini ditopang fundamental ekonomi RI meski virus corona masih jadi kekhawatiran pasar.

nilai tukar rupiah, fundamental ekonomi indonesia
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
NIlai tukar rupiah sore ini, Jumat (14/2), menguat tipis terhadap dolar AS ditopang kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak relatif mendatar pada perdagangan di pasar spot sore ini, Jumat (14/2). Mata uang Garuda hanya menguat tipis sebesar 0,01% ke level Rp 13.693 per dolar AS namun sempat menembus level Rp 13.700 per dolar.

Analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto menilai, secara umum fluktuasi rupiah terhadap dolar memang masih tinggi. Apalagi, virus corona saat ini masih menjadi kekhawatiran pasar global.

Meski demikian dia masih meyakini bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih menopang kinerja rupiah. "Secara fundamental kondisi ekonomi RI tergolong kuat," kata Arya kepada Katadata.co.id, Jumat (14/2).

Arya menjelaskan bahwa  pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang stabil, neraca perdagangan yang terus membaik, serta cadangan devisa Indonesia yang terus meningkat menjadi faktor yang menjaga keyakinan pasar.

(Baca: Lonjakan Korban Virus Corona Kembali Tekan Rupiah ke Level Rp 13.694)

Defisit neraca transaksi berjalan pun menurut dia semakin baik. "Selain itu, kebijakan akomodatif oleh Pemerintah dan Bank Indonesia turut menjadi pendorong kepercayaan investor," ucapnya.

Bersamaan dengan rupiah, mata uang Asia seperti yen Jepang, peso Filipina, dan ringgit Malaysia juga ikut menguat terhadap mata uang Negeri Paman Sam, meski penguatannya tipis seperti rupiah. Mengutip Bloomberg, yen menguat 0,02%, peso 0,04%, dan ringgit 0,05%.

Sementara mayoritas mata uang Asia lainnya melemah walau tipis saja. Seperti dolar Hong Kong  yang melemah satu poin, dolar Singapura melemah 0,05%, dolar Taiwan 0,01%, won Korea Selatan 0,02%, rupee India 0,03%, yuan Tiongkok 0,08%, dan baht Thailand 0,05%.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISODR, rupiah melemah 28 poin ke levek Rp 13.707 per dolar AS.

(Baca: Jadi Masalah Global, BI Hitung Virus Corona Sebagai Risiko Inflasi RI)

 

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan