Paparan Radiasi Nuklir Terdeteksi di Perumahan Batan Indah, Tangerang

Penulis: Happy Fajrian

15/2/2020, 13.20 WIB

Upaya dekontaminasi telah dilakukan dan berhasil menurunkan radiasi nuklir di wilayah terkontaminasi ke level normal.

radiasi nuklir, perumahan batan indah, radioaktif nuklir, batan, bapeten
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Lokasi ditemukannya paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (14/2/2020).

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mendeteksi adanya paparan radiasi nuklir di lingkungan Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan, Banten. Temuan tersebut berdasarkan pemantauan menggunakan alat mobile RDMS-MONA pada 30-31 Januari 2020.

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten Indra Gunawan menjelaskan bahwa pihaknya melakukan uji fungsi alat tersebut secara rutin untuk menjamin keandalannya.

Pengujian pun dilakukan di wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspitek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun Kereta Api Serpong.

“Secara umum nilai paparan radiasi lingkungan pada daerah pemantauan menunjukkan nilai normal. Namun pada saat dilakukan pemantauan di Perumahan Batan Indah, ditemukan kenaikan nilai paparan radiasi,” jelas Indra dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/2).

(Baca: PT PAL Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Laut di)

Kenaikan paparan radiasi tersebut terjadi di lingkungan area tanah kosong, di samping lapangan voli blok J, Perumahan Batan Indah. Tim uji Bapeten pun melakukan pengecekan ulang dan penyisiran di daerah tersebut untuk memastikan tingkat radiasi.

Hasilnya, ditemukan nilai paparan radiasi lingkungan dengan laju paparan terukur signifikan di atas nilai normal. “Bapeten melakukan koordinasi dengan menginformasikan hasil pengecekan ke ketua RT setempat, dan memasang garis pembatas di lokasi tersebut,” kata Indra.

Dia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sampel tanah dari lokasi, Bapeten dan Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional) memutuskan untuk menyisir wilayah tersebut untuk mencari sumber radiasi. Upaya pencarian pada 7-8 Februari, sejumlah serpihan yang menjadi sumber radioaktif berhasil ditemukan dan segera diamankan.

Setelah serpihan tersebut diamankan, laju paparan radioaktif pun turun walau masih di atas nilai normal. "Oleh karena itu upaya dekontaminasi lebih lanjut dilakukan dengan mengambil/mengeruk tanah, dan memotong tanaman yang terkontaminasi," jelas Indra.

(Baca: ESDM Sebut Pembangunan Pembangkit Listrik Nuklir Butuh Biaya Besar)

Berdasarkan pengukuran laju paparan setelah dekontaminasi, laju paparan turun signifikan namun masih tetap di atas nilai normal, sehingga proses dekontaminasi masih perlu dilanjutkan sehingga diperoleh nilai laju paparan kembali normal.

Tim BATAN juga akan melakukan pemeriksaan Whole Body Counting (WBC) terhadap beberapa warga di sekitar lokasi. Saat ini  laju paparan pada batas trotoar jalan Perumahan Batan Indah blok H, I, J dan lapangan voli blok J sudah berada pada batas normal.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan