Korban Tewas Corona Capai 2.360 Jiwa, WHO Beri Peringatan Penularan

Penulis: Ekarina

22/2/2020, 09.41 WIB

Sebanyak 2.345 kasus kematian akibat virus corona terjadi di Tiongkok dan 15 kasus lainnya berasal dari luar Tiongkok.

Korban Tewas Corona Capai 2.360 Jiwa, WHO Beri Peringatan Penularan.
ANTARA FOTO/REUTERS/China Daily
Pekerja medis dengan baju pelindung merawat seorang pasien di dalam ruang isolasi Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, Tiongkok. Jumlah korban meninggal akibat virus corona hingga Sabtu (22/2) kembali meningkat menjadi 2.360 jiwa di seluruh dunia.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Jumlah korban meninggal akibat virus corona hingga Sabtu (22/2) kembali meningkat menjadi 2.360 jiwa di seluruh dunia. Yang mana 2.345 kasus kematian terjadi di Tiongkok dan 15 kasus kematian lain terjadi di luar kawasan tersebut.

Provinsi Hubei merupakan wilayah dengan jumlah kasus kematian terbanyak yakni  2.250 orang. Seperti dikatahui, provinsi tersebut memang yang paling dekat dengan pusat wabah dimana kasus tersebut pertama kali terdeteksi di kota Wuhan. 

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat, hingga Jumat (21/2) terdapat 397 kasus baru infeksi corona yang dikonfirmasi. Namun, jumlah kasus ini menurun dibanding sehari sebelumnya yakni sebanyak 889 kasus. 

(Baca: Korban Meninggal Corona Naik Jadi 2.244, China Terus Lakukan Mitigasi)

Adapun akumulasi kasus infeksi yang dikonfirmasi di seluruh Tiongkok sampai saat ini menjadi 76.288. Otoritas kesehatan Tiongkok juga melaporkan, total 20.659 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit.

Selain di Tiongkok, penyebaran wabah juga semakin masif hingga menyebar ke Timur Tengah. 

Dikutip dari CNN International, Libanon mengumumkan kasus virus corona pertama di negara itu. Menteri Kesehatan Lebanon Hammad Hassan mengatakan pasien itu merupakan seorang wanita berusia 45 tahun yang baru saja kembali dari kota Qom, Iran. Pemerintah juga tengah mencurigai dua kasus lain, namun belum dikonfirmasi positif. 

Hassan menyatakan, bahwa semua pelancong yang kembali dari Iran dan akan dikarantina selama 14 hari. Sebab sebelumnya, Iran mengumumkan ada total 18 kasus virus corona di negara tersebut, yang mana empat orang di antaranya meninggal karena virus.

(Baca: Jokowi Siapkan Opsi Evakuasi 74 WNI di Kapal Diamond Princess)

Sementara itu, Israel juga mengumumkan kasus pertama coronavirus. Kementerian Kesehatan Israel mengumumkan kasus pertama coronavirus di negara itu setelah seorang wanita yang dievakuasi dari kapal pesiar di Jepang.

Wanita  terusebut merupakan  satu dari sebelas penumpang di atas kapal pesiar Puteri Berlian yang diterbangkan kembali ke Israel dari Jepang. Sepuluh penumpang lainnya dinyatakan negatif virus.

Dengan demikian, jumlah kematian akibat wabah corona di luar Tiongkok menjadi 15 orang, yang mana Iran memiliki korban meninggal terbanyak yakni 4 orang diikuti Jepang dengan 3 orang korban.

Lalu Hong Kong, Korea Selatan masing-masing 2 orang meninggal, sedangkan Taiwan, Filipina, Prancis, Italia: masing-masing 1 korban meninggal. 

Peringatan WHO

Penyebaran  virus corona menimbulkan kekhawatiran besar lantaran penularan virus terjadi di negara-negara di luar Tiongkok atau di antara orang-orang yang tidak terhubung langsung dengan warga Tiongkok, kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.

WHO menyerukan kepada sejumlah negara untuk melanjutkan langkah penguncian dan karantina sambil mempersiapkan transmisi komunitas. "Langkah-langkah karantina di Wuhan dan di tempat lainnya, mampu menahan penyebaran virus dan dapat membantu pengendalian," katanya dilansir CNN International. 

(Baca: Kereta Cepat Terimbas Corona, Pekerja Tertahan & Material Terganggu)

Dia menyebut, wabah itu masih bisa mengarah ke mana saja. Oleh karenanya, negara-negara perlu bersiap untuk menghadapi segala kemungkinan.

Direktur Departemen Manajemen Bahaya Infeksi WHO, Sylvie Briand mengatakan badan tersebut sedang bekerja untuk mempersiapkan para perawatan dan pekerja kesehatan negara dengan pelatihan.

Dia juga memastikan mereka tahu bagaimana melindungi diri mereka sendiri, dan  memastikan negara-negara memiliki cukup banyak pekerja untuk menangani angka kasus.

 

 

 

 

 

 

 

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan